DEPOK | suaradepok.com– Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang menjadi program unggulan Walikota Depok, Supian Suri, menuai kritik tajam. Meski anggaran melonjak signifikan hingga Rp45 miliar pada tahun 2026, beberapa sekolah swasta yang menjadi mitra program tersebut dilaporkan memiliki sarana dan prasarana (sarpras) yang jauh dari kata ideal.
Menanggapi itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, mengungkapkan bahwa dari 49 SMP dan MTs swasta yang terlibat sebagian besar memiliki sarpras yang kurang menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bahkan, dua sekolah terpaksa dieliminasi dari daftar kerjasama karena kondisi fasilitas yang sangat tidak memadai.
Persoalan minimnya fasilitas ini mencuat dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Depok 2025. Anggota Pansus mendorong Pemkot Depok agar tidak sekadar menjadikan RSSG sebagai ajang pencitraan atau gimmick politik.
“Pemkot jangan hanya gimmick atau pencitraan terkait RSSG. RSSG program ideal dan harus diseriusi,” tutur Siswanto, Sabtu (2/5/2026), seperti dilansir suarakota.co.id.
Politisi PKB tersebut menekankan bahwa mengacu pada prinsip Ki Hajar Dewantara, pendidikan tidak hanya soal mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan manusia. Hal ini mencakup aspek kenyamanan siswa selama berada di ruang kelas.
Kritik peringatan juga datang dari pengamat pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Itje Chodidjah. Mantan Ketua Komnas Indonesia untuk UNESCO ini memberi peringatan keras kepada kepemimpinan Supian Suri agar tidak membiarkan urusan birokrasi menghambat kualitas pendidikan.
Menurut Itje, hambatan birokrasi dan rendahnya kualitas penyelenggara pendidikan dapat merusak moral kerja yang disaksikan langsung oleh para siswa. “Ini masalah hidupnya anak-anak, bukan masalah birokrasi,” tegasnya.
Program RSSG sendiri pertama kali diluncurkan pada tahun 2025 dengan alokasi APBD sebesar Rp9 miliar untuk 3.000 siswa. Pada tahun 2026, pemerintah menaikkan anggaran secara drastis menjadi Rp45 miliar dengan target menjangkau 5.000 siswa di tingkat kelas 7, 8, dan 9.
Walikota Depok, Supian Suri, sebelumnya menyatakan bahwa RSSG merupakan solusi bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun, efektivitas solusi ini kini dipertanyakan seiring dengan temuan buruknya fasilitas di sekolah-sekolah mitra.
Tidak sampai disitu, di sisi lain fakta mengejutkan datang dari gedung baru sekolah SMP Negeri 3 Depok yang menelan anggaran APBD Depok tahun 2025 sebesar 28 Miliar. Namun, sudah 4 bulan lamannya sejumlah siswa belajar lesehan dilantai tanpa bangku dan meja belajar seperti pada umumnya. Hal tersebut membuat miris dunia pendidikan di Kota Depok. (Guntur Bulan)



