Transisi ke Kendaraan Listrik, Operasional Angkot AC Depok Resmi Dihentikan Sementara

Share

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DEPOK | suaradepok.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi menghentikan operasional angkutan kota (angkot) AC di jalur Terminal Depok–Terminal Jatijajar (D10A) mulai Sabtu (2/5/2026). Langkah ini merupakan bagian dari transisi besar-besaran menuju penggunaan armada kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Aan Syurahman, menyatakan bahwa jeda operasional ini hanya bersifat sementara. Penghentian dilakukan sembari menunggu kesiapan unit kendaraan listrik baru yang akan segera mengaspal dalam waktu dekat.

“Masyarakat bisa tenang dulu, ini akan terhenti sementara secara operasionalnya dan akan segera bergulir untuk angkutan listriknya dalam waktu dekat,” ujar Aan Syurahman melalui pernyataan resminya.

Kebijakan pergantian armada ini dipicu oleh tingginya biaya operasional pada unit berbahan bakar fosil yang digunakan sebelumnya. Penggunaan mesin listrik diharapkan mampu menekan pengeluaran operator sehingga tarif bagi penumpang dapat dipatok lebih terjangkau.

Aan mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan tarif flat sebesar Rp 5.000 setelah armada listrik resmi beroperasi.

“Selama ini dengan menggunakan bahan bakar fosil, biaya operasionalnya terlalu tinggi. Mudah-mudahan nanti tarifnya bisa flat,” tambahnya.

Kasie Angkutan Penumpang Dalam Kota Dishub Kota Depok, Mathaeous Ericson Siahaan, menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan pada skema teknis maupun jalur pelayanan. Armada listrik tetap akan melayani trayek D10A Terminal Depok–Terminal Jatijajar via Grand Depok City (GDC).

Meski jenis mesin berubah, standar kenyamanan dan keamanan dipastikan tetap menjadi prioritas utama. Unit baru nantinya akan tetap dilengkapi dengan fasilitas Pendingin udara (AC), Kamera pengawas (CCTV) dan standar keamanan kabin yang lengkap.

Penghentian layanan angkot AC konvensional ini tidak lepas dari laporan kerugian finansial yang dialami pihak operator, PT Commuter Anak Bangsa (CAB). Berdasarkan data perusahaan, layanan tersebut tercatat terus mengalami defisit selama 22 bulan operasional sejak pertama kali diluncurkan pada Juli 2023. Langkah transisi ke energi listrik ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan transportasi publik di Kota Depok sekaligus mendukung program go green. (Gracia)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Read more

Pos Terkait