Kadinkes Depok Diduga Hindari Awak Media Usai RDP, Jurnalis Kejar Sampai Area Parkir Namun Hasilnya Nihil

Share

suaradepok.com | DEPOK — Komisi D DPRD Kota Depok menyatakan akan menempuh langkah musyawarah secara kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan penanganan medis yang menimpa seorang warga Tapos. Warga tersebut mengalami duka mendalam setelah bayinya meninggal dunia dan harus menjalani tindakan medis pengangkatan rahim (histerektomi).

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Ade Firmansyah, menyampaikan bahwa pihaknya berencana mengunjungi langsung pihak keluarga pasien untuk menjalin silaturahmi sekaligus memberikan dukungan moril.

“Persoalan ini bisa diselesaikan secara baik, secara kekeluargaan ya. Bagaimana nanti komunikasi kita juga akan silaturahmi ya, dari Komisi D juga akan hadir datang ke pihak keluarga untuk memberikan dukungan dan lain sebagainya,” ujar Ade usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok di Gedung DPRD Kota Depok, Rabu (28/10/2026).

Ade menambahkan, Pemerintah Kota Depok melalui Dinkes dan Puskesmas Tapos telah memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) bagi keluarga terdampak. Di sisi lain, pihak rumah sakit terkait juga terus berupaya membangun komunikasi intensif untuk menjadwalkan pertemuan langsung dengan keluarga korban.

Kadinkes Terkesan Enggan Diwawancarai

Di tengah sorotan publik terhadap kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok, Devi Mayori, terkesan menghindari awak media yang telah menunggu usai RDP berlangsung.

Sejumlah wartawan sempat menanyakan keberadaan mantan Kepala Dinas Sosial Kota Depok tersebut kepada staf Dinkes. Namun, jawaban yang diberikan terkesan samar dan menutupi keberadaannya.

“Ibu Kadis sepertinya ke toilet atau mungkin juga langsung ke parkiran,” ujar salah seorang staf Dinkes Depok di lokasi.

Sejumlah jurnalis yang bertugas di lingkungan DPRD Depok sempat mengejar hingga ke area parkiran, namun Kadis Kesehatan, Devi Mayori diketahui telah meninggalkan lokasi.

Ketiadaan keterangan dari pihak Dinkes Depok disayangkan para awak media, mengingat konfirmasi resmi dari otoritas kesehatan sangat diperlukan untuk menjelaskan penyebab pasti meninggalnya bayi dalam kandungan serta prosedur pengangkatan rahim pasien. (Guntur Bulan)

 

Read more

Pos Terkait