Secawan Belum Beres, Trotoar Jalan Proklamasi Depok Senilai Miliaran Rupiah Mulai Hancur, Kinerja PUPR dan Kontraktor Disorot

Share

suaradepok.com | DEPOK — Bangunan trotoar berornamen khas di Jalan Proklamasi, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, kini kondisinya sudah mulai hancur dan mengelupas. Padahal, fasilitas pejalan kaki yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok senilai miliaran rupiah tersebut belum genap berumur satu tahun.

SeSejak awal pengerjaan, proyek trotoar biru berhiaskan ikon menyerupai pion catur ini telah menuai gelombang kritik. Mulai dari keberadaan bedeng proyek yang tidak layak, material yang berserakan di badan jalan hingga mengganggu arus lalu lintas, hingga lemahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok.

Konsultan Pengawas dari PT Kriya, Rido, membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan teguran keras kepada pihak pelaksana proyek akibat pengabaian standar kerja di lapangan.

“Kami sudah peringati dari minggu-minggu awal, cuma kontraktornya cuek dan bisa dikatakan sedikit agak bandel. Laporan ke dinas sudah masuk dan surat teguran kedua juga sudah diturunkan untuk kontraktor.

Bedeng tersebut bukan dipindah, tapi diperbaiki dan diperbesar agar lebih layak,” ujar Rido saat ditemui di lokasi proyek beberapa waktu lalu.

Rendahnya kualitas mutu konstruksi proyek ini turut memicu sorotan tajam dari kalangan pengamat dan praktisi kontraktor lokal. Hendri J. K., salah seorang pengamat konstruksi, menilai kerusakan dini ini merupakan buah dari pengawasan lemah dan sikap pembiaran oleh pemangku kebijakan.

“Pekerjaan trotoar di Jalan Proklamasi itu sebenarnya sudah banyak yang mengkritik. Namun pihak PUPR seperti membiarkan sang kontraktor mengerjakan seenaknya,” tegas Hendri, Selasa (3/11/2026).

Hendri membandingkan kasus ini dengan insiden longsornya trotoar di kawasan Secawan Depok yang juga dipicu akibat perencanaan amatir dan tidak matang. Ia mengkritik keras sikap tertutup Dinas PUPR Kota Depok yang dinilainya enggan memberikan penjelasan resmi terkait hancurnya fasilitas umum tersebut.

“Sepertinya sudah pernah ditegur oleh konsultan pengawas tentang bedeng dan bahan material yang masuk ke jalan. Namun entah bagaimana, pihak PUPR seperti menganak-emaskan kontraktornya,” pungkas Hendri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kota Depok belum memberikan tanggapan resmi mengenai kerusakan trotoar Jalan Proklamasi maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan. (Guntur Bulan)

 

Read more

Pos Terkait