DEPOK |suaradepok.com – Dishub Depok Pakai APBD 19 Miliar – Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman mengakui telah mendapat notice dari pusat perihal Layanan Biskita Trans Depok yang disebut Handiyana terdapat kejanggalan.
Melalui wawancara ekslusif terhadap Aan Syurahman beberapa waktu lalu, mantan Kepala Bidang Angkutan yang kini menjadi Sekretaris Dishub sekaligus Plt Kadishub mengaku pasrah.
“Dari pusatnya gitu saya udah lesu aja dah, dikasih kasih ngga ngga dah. Sebenernya secara nasional yang dikasih cuma dua, Manado dan Depok, tambahan ya,” kata Aan Syurahman beberapa waktu lalu.
Aan juga sedikit membahas tentang rencana adanya tambahan armada Biskita. Namun, ia tidak yakin Kota Depok akan dapat tambahan. Ia menyinggung yang akan mendapat adalah Kota Solo.
“Solo kan, siapa Solo itu siapa? Kota Bogor siapa? Lah ini kita? Wah sedih saya tuh. Tapi saya masih nego-nego juga sih. Kemarin ada di media jadi kecoreng kan, aneh itu,” kata nya.
Sebelumnya viral diberitakan, warga Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Atet Handiyana Sihombing mengkritik layanan Biskita Trans Depok yang disebut menggambarkan APBD pada momen Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.
Handiyana menilai Biskita merupakan pemborosan APBD Depok, dimana layanan transportasi tersebut ternyata selama ini digunakan oleh warga Depok yang bekerja di Jakarta.
“Mungkin tidak ada itu warga kelas menengah kebawah yang menggunakan layanan Biskita. Rata-rata menengah keatas yang kerja dan membayar pajak penghasilan ke Jakarta,” kata Handiyana kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Selain soal pemborosan APBD, Handiyana yang juga merupakan seorang pengusaha menilai terdapat kejanggalan pada proses pengadaan proyek maintenance pada Layanan Transportasi Biskita yang menghabiskan anggaran sekitar 19 miliar dengan metode penunjukan langsung atau PL.
“Masih mengambang apakah boleh proyek senilai belasan miliar di daerah tingkat II boleh dengan penunjukan langsung. Kalau emang tidak, tentu itu pelanggaran yang jelas ada unsur muatan terselubung,” papar Handiyana lagi.
Dengan petugas Biskita yang hanya kurang dari 60 orang, Handiyana menilai 19 miliar rupiah yang digelontorkan APBD Depok melalui proses penunjukan langsung atau PL, potensi dan aroma manipulasi terdengar sangat kental.
“Terlebih lagi, tarif untuk Biskita Trans Depok Rp. 6 ribu dengan klaim Dishub sendiri penumpang sehari mencapai 8.000, artinya sehari sudah terkumpul 24 juta dong? Kenapa harus menggunakan APBD sampai 19 miliar?,” ujarnya.
Kabar lain juga menyebutkan Handiyana telah diminta Kejaksaan Agung untuk memberikan data tertulis tentang dugaan penyalahgunaan APBD pada Proyek Biskita Trans Depok. “Iya diminta itu, nanti saya minta ada yang urus pemberkasan laporan untuk mereka (Kejagung.red),” pungkas Handiyana.

