Kadis Rumkim Depok Janji Evaluasi Usai Aktivis Kritik Dalih ‘Bencana Alam’ Turap Kalimulya

Share

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

suaradepok.com | DEPOK– Polemik ambruknya turap di Pemakaman Kalimulya 1, Kecamatan Cilodong, memasuki babak baru. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Adnan Mahyudin, menegaskan akan menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi besar bagi jajarannya.

Pernyataan ini muncul menyusul kritik tajam dari aktivis sosial yang menilai dinas kerap menggunakan alasan faktor alam untuk menghindari tanggung jawab teknis.

Anton Sujarwo, mempertanyakan efektivitas konsultan perencanaan dalam proyek tersebut. Ia menilai, jika setiap kerusakan infrastruktur selalu diklaim sebagai bencana alam, maka fungsi perencanaan teknis menjadi sia-sia.

Anton menyebut narasi “bencana alam” adalah cara instan dinas melepas tanggung jawab. Ia menyinggung mahalnya biaya konsultan yang dibayar dari pajak masyarakat namun gagal memprediksi risiko lapangan.

Pemerintah didorong untuk lebih selektif dalam memilih kontraktor agar tidak terjadi pengulangan kasus yang sama.

“Lah, apa gunanya manusia diberi akal kalau setiap kejadian kesalahan seperti ini hanya mengatakan itu adalah bencana alam. Jadi seolah menyalahkan Tuhan,” cetus Anton, Jumat (10/4/2026).

Meski menuai kritik, pihak Disrumkim melalui Kepala UPT Pemakaman, Iksan, memastikan bahwa secara finansial negara tidak dirugikan. Hal ini dikarenakan proyek turap tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak ketiga.

1.Tanpa APBD: Pembangunan ulang sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan biaya pelaksana proyek.

2.Sesuai DED: Dinas berkomitmen mengawal perbaikan hingga kembali sesuai dengan *Detail Engineering Design* (DED) yang direncanakan.

Menutup polemik tersebut, Kepala Disrumkim Depok, Adnan Mahyudin, bersikap terbuka terhadap masukan yang ada. Ia tidak membantah kritik yang masuk dan justru menjadikannya catatan penting untuk proyek-proyek mendatang.

“Terima kasih informasinya sebagai bahan evaluasi,” singkat Adnan saat dikonfirmasi suaradepok.com.

Kini masyarakat menunggu pembuktian dari janji evaluasi tersebut, agar pembangunan infrastruktur di Kota Depok lebih mengedepankan kualitas teknis yang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. (Guntur Bulan)

Read more

Pos Terkait