JAKARTA |suaradepok.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cawang bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UPT Cawang menggelar kegiatan Doa Bersama untuk Keandalan Sistem Tenaga Listrik dan Santunan Anak Yatim di Kantor PT PLN (Persero) UPT Cawang, Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus ikhtiar spiritual dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, hadir ustadz Ahmad Firmansyah serta anak-anak yatim berjumlah 15 orang lengkap dengan 2 orang pendampingnya. Acara diisi dengan tausiyah, doa bersama, dan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat sekitar.
Manager PT PLN (Persero) UPT Cawang, Putut Setiawan, menyampaikan bahwa doa memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah pekerjaan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Tanah Air.
“Oleh karena itu, kegiatan doa bersama dan berbagi kebahagiaan kepada sesama menjadi agenda rutin di PT PLN (Persero) UPT Cawang,” ujar Putut.
Ia menambahkan, doa bersama yang disertai dengan berbagi kepada anak yatim merupakan salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan tugas.
“Berdoa bersama sekaligus berbagi kepada yang membutuhkan, khususnya anak yatim, menjadi salah satu cara mengetuk pintu langit agar keandalan listrik nasional senantiasa terjaga,” jelas Putut.
Pada kesempatan terpisah, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Himmel Sihombing, juga mengingatkan pentingnya kekuatan doa dalam setiap aktivitas.
“Jangan pernah mengesampingkan kekuatan doa. Dengan doa, insyaallah seluruh aktivitas dan tugas yang kita jalani dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, kegiatan yang diselenggarakan YBM PLN UPT Cawang ini merupakan bagian dari program wellbeing sosial dan komunitas, serta penguatan mental dan spiritual pegawai. Program tersebut sejalan dengan komitmen PLN dalam mewujudkan work life harmony.
“PLN senantiasa mengedepankan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Oleh karena itu, kebutuhan spiritual pegawai juga menjadi perhatian kami,” pungkas Himmel.











