Warga Depok Geram, Sebut Disrumkim Salahkan Tuhan dalam Kasus Turap Ambruk di TPU Kalimulya 1

Share

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Depok |suaradepok.com – Polemik ambruknya turap di Pemakaman Kalimulya 1, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong Depok belum berhenti mendapat perhatian publik. Kali ini, Aktivis Depok Anton Sujarwo yang angkat bicara.

Sebagai orang yang tidak ahli dalam tata bangunan, Anton hanya mempertanyakan keterangan pihak Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) kepada media yang hanya menyalahkan alam dalam soal ambruknya turap yang terjadi itu.

“Lah, apa gunanya manusia diberi akal kalau setiap kejadian kesalahan seperti ini hanya mengatakan itu adalah bencana alam. Jadi seolah menyalahkan Tuhan yang Maha Esa dong?,” kata Anton kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan keterangan atau bantahan dinas terkait bencana alam adalah narasi dinas melepas tanggung jawab dalam setiap permasalahan yang ada.

“Lalu untuk apa ada konsultan perencanaan kalau setiap kesalahan yang terjadi hanya dibilang bencana alam? Mahal loh bayar konsultan perencanaan, itu uang dari pajak yang dibayarkan masyarakat,” ujarnya.

Meski pihak Disrumkim telah menyatakan kejadian tersebut tidak merugikan keuangan negara karena tidak membebani APBD, namun Anton masih bersikeras pengelola proyek pemerintah seperti dinas teknis harus lebih selektif dalam memilih rekanan.

“Kejadian seperti ini bukan sekali-dua kali. Pemerintah menyalahkan Tuhan juga kerap kali terdengar, jangan sampai ada murka dong ah,” kesal Anton berucap.

Diinformasikan, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman, Iksan menyebut pembangunan ulang turap di Pemakaman Kalimulya 1 dibiayai sepenuhnya oleh pelaksana proyek.

Iksan menjelaskan proyek tersebut masih dalam tahap perawatan oleh pelaksana, sehingga pemerintah hanya mengawal proyek tersebut sampai kembali dibuat seperti awalnya sesuai DED. “Semua masih ditanggung pelaksana,” pungkas Iksan ketika dikonfirmasi.

Read more

Pos Terkait