BerandaBerita TerkiniSosialisasi Koat Coffee Berakhir Buntu, Warga Terdampak Kecewa dan...

Sosialisasi Koat Coffee Berakhir Buntu, Warga Terdampak Kecewa dan Merasa Disepelekan

DEPOK | suaradepok.com

Warga Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas (wilayah RW 07, 08, dan 10) berkumpul dalam sosialisasi keberadaan Koat Coffee di Jalan Siliwangi Raya nomor 55, pada Rabu (14/1/2026). Sosialisasi yang diharapkan jadi titik temu untuk menyelesaikan permasalahan justru berakhir tanpa hasil, membuat warga merasa tidak diperhatikan.

Sebelumnya, warga telah beberapa kali mengajukan keluhan beragam: mulai dari masalah parkir, kurangnya penyerapan tenaga kerja lokal, hingga kekhawatiran tentang izin operasional yang dinilai belum jelas. Berbagai keluhan itu membuat pihak RW mengajak Koat Coffee dan PT. Bento Grup (pengelola cafe) untuk membahas solusi bersama.

Dalam undangan, acara seharusnya dihadiri tim legal Koat Coffee atau perwakilan PT. Bento Grup yang berwenang menangani perizinan dan keluhan warga. Namun, yang datang hanya Amar Udin, Manajer Operasional Koat Coffee lokasi tersebut yang tidak punya wewenang untuk menangani permasalahan hukum dan keluhan masyarakat.

“Kita sudah lama menunggu bertemu pihak yang bisa menjawab semua pertanyaan. Harusnya yang datang dari manajemen legal atau perwakilan perusahaan yang punya wewenang. Kalau cuma manager operator, tidak ada titik terang karena mereka tidak terlibat dalam proses perizinan dan tidak tahu detail keluhan kita,” ujar Ketua RW 08 dengan nada kecewa.

Perasaan tidak diperhatikan semakin menguat karena pihak cafe tampaknya tidak serius. Salah satu ibu rumah tangga yang terdampak menyampaikan kekesalannya.

“Kita hanya ingin klarifikasi dan solusi jelas. Tapi dengan cara ini, kami merasa disepelekan. Kalau tetap seperti ini, kami siap menolak cafe ini dan mengajukan permohonan untuk menolak keberadaan cafe,” timpalnya.

Beberapa warga juga mengaku telah berusaha berkomunikasi sebelumnya – mulai dari surat resmi hingga menghubungi kontak yang diberikan namun tak pernah dapat tanggapan jelas atau janji temu.

Menyikapi hal itu, Amar Udin mengaku memahami perasaan warga tapi menjelaskan bahwa perannya hanya mengurus operasional sehari-hari.

“Saya nggak terlalu mengurus hal perizinan atau keluhan warga, itu tanggung jawab manajemen. Saya hanya bertanggung jawab mengatur kru dan layanan di lokasi,” ujarnya saat diwawancarai.

Amar menambahkan bahwa segala proses terkait perizinan (termasuk masalah Izin Mendirikan Bangunan/IMB) dan penyelesaian keluhan ditangani oleh divisi terkait di manajemen pusat. Ia juga mengaku tidak terlibat sejak awal pembangunan dan operasional cafe.

“Kalau ada masalah, saya biasanya kasih nomor Mas Aan dari divisi manajemen yang menangani hal ini. Sudah saya berikan kepada pihak RW dan wartawan sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, Koat Coffee pernah disegel Satpol PP karena belum punya IMB sah. Saat itu, Amar hanya menyampaikan informasi penyegelan kepada kru agar cafe ditutup.

“Saya sampaikan tutup aja, selebihnya ditangani manajemen. Saya pernah bilang ke kru bahwa tutup sementara karena ada aktivitas demo, padahal sebenarnya karena masalah perizinan,” jelasnya.

Untuk permasalahan yang terus muncul, Amar menyatakan bahwa manajemen tengah mengurusnya secara menyeluruh. Ia juga berusaha menjembatani komunikasi agar ada pertemuan dengan pihak berwenang, meskipun belum bisa memastikan jadwalnya.

“Saya sedang usahakan, tapi belum bisa janji kapan. Akan saya kabari warga kalau ada kabar baru,” ucapnya.

Amar berharap warga bisa memberikan waktu kepada manajemen agar bisa memberikan tanggapan yang jelas dan menyelesaikan masalah dengan baik.

Sementara itu, pihak RW dan warga menunggu waktu agar Koat Coffee dan PT. Bento Grup memberikan tanggapan dan menjadwalkan pertemuan dengan warga terdampak. Jika tidak ada respons memuaskan, mereka siap mengambil langkah lebih lanjut, termasuk mengajukan keluhan resmi ke dinas terkait serta menolak operasional cafe tersebut.

. (Guntur Bulan)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img