BerandaBerita TerkiniSaputro: PNBP Bukan Sekedar Angka, Tapi Ikut Mendukung Pembangunan...

Saputro: PNBP Bukan Sekedar Angka, Tapi Ikut Mendukung Pembangunan Nasional 

DEPOK | suaradepok.com 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mempertegas komitmennya untuk melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) demi memperkuat kas negara di tahun 2026. Setelah berhasil menutup tahun 2025 dengan pencapaian PNBP lebih dari Rp5 miliar, korps Adhyaksa di Kota Belimbing ini kini membidik target yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni lebih dari Rp2,5 miliar.

Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejari Depok, Andi Tri Saputro (yang akrab disapa Putro), mengungkapkan bahwa pencapaian PNBP tahun 2025 berhasil melampaui target hingga 100 persen dari yang telah ditetapkan sebelumnya. Target awal yang ditetapkan untuk tahun 2025 adalah Rp2,5 miliar, namun secara faktual berhasil mencapai angka lebih dari Rp5 miliar.

“Kalau total keseluruhan PNBP kita kemarin ya Rp5 miliar sekian. Kemudian, di tahun ini kita targetkan tetap seperti tahun kemarin Rp2,5 miliar lah,” ujar Putro dalam keterangannya pada Selasa (10/2).

PNBP yang dikumpulkan Kejari Depok berasal dari berbagai sumber yang erat kaitannya dengan penegakan hukum, pengelolaan barang bukti, serta pemulihan kerugian negara. Salah satu sumber utama pendapatan tersebut adalah melalui Penjualan Langsung Barang Rampasan Negara (Julbara) maupun lelang barang yang telah memiliki status berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Sebagai langkah konkret untuk membuka lembaran tahun 2026, Kejari Depok telah menyelenggarakan kegiatan Julbara pada akhir Januari lalu. Dari kegiatan penjualan tersebut, bidang PAPBB berhasil menyetorkan sedikitnya Rp57,5 juta ke kas negara hanya dari satu kali sesi penjualan barang bukti.

Putro menjelaskan bahwa dalam kegiatan Julbara tersebut, terdapat dua jenis barang yang dijual, yakni lima paket ponsel dan enam paket sepeda motor. “Untuk ponsel ada lima paket dengan total 103 unit. Alhamdulillah berhasil terjual Rp29,3 juta dari limit Rp5.048.495. Artinya presentase kenaikan dari limit yang ditentukan mencapai 480 persen,” beber Putro pada Rabu (28/1).

Tak hanya itu, penjualan sepeda motor juga memberikan hasil yang menggembirakan. Sebanyak enam unit sepeda motor dengan limit harga Rp17.697.300 berhasil terjual dengan total hasil penjualan mencapai Rp28,2 juta. Hal ini menunjukkan presentase kenaikan dari limit yang ditentukan mencapai 59 persen.

“Hasil penjualan Julbara ini tentunya akan langsung kita setorkan ke kas negara. Dari RPL (Rekening Pembayaran Lelang) kita langsung pindahkan ke kas negara,” jelas Putro.

Saat ditanya mengenai keabsahan hukum barang yang dijual, Kejari Depok memastikan bahwa seluruh unit yang diperjualbelikan dalam proses Julbara telah memiliki status berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sengketa hukum yang muncul terkait dengan barang yang telah dipegang oleh pembeli.

Putro menambahkan bahwa pencapaian PNBP yang luar biasa di tahun 2025 tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran Kejari Depok dalam mengelola barang bukti dan melakukan pemulihan aset negara secara maksimal.

“Kami akan terus berupaya untuk mengoptimalkan setiap sumber potensi PNBP yang ada, baik melalui Julbara maupun kegiatan terkait lainnya agar target tahun 2026 tidak hanya tercapai, namun juga dapat dilampaui seperti tahun lalu,” tegasnya.

Kejari Depok juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah merencanakan serangkaian kegiatan Julbara dan lelang lainnya sepanjang tahun 2026. Rencana ini dibuat untuk memastikan bahwa setiap barang bukti yang telah memenuhi syarat hukum dapat segera diolah dan disetorkan ke kas negara, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan negara.

Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah konkret yang telah diambil, Kejari Depok menunjukkan bahwa upaya untuk memperkuat kas negara melalui PNBP bukan hanya sekadar target angka, namun juga bentuk tanggung jawab institusi dalam mendukung pembangunan nasional. (Guntur Bulan)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img