suaradepok.com | DEPOK—Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Depok tengah mematangkan berbagai agenda kejuaraan bergengsi, mulai dari Piala Walikota Depok, Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Rangkaian kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet catur sekaligus mengembalikan masa kejayaan catur di Kota Depok dan Jawa Barat.
Wakil Ketua Percasi Kota Depok, Andri Ariwibowo, mengungkapkan bahwa ajang terdekat yang akan diselenggarakan adalah Turnamen Catur Piala Walikota Depok pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Balai Kota Depok.
“Alhamdulillah, Percasi Kota Depok mendapat amanah menyelenggarakan Turnamen Piala Walikota di Balai Kota. Kuota peserta sebanyak 270 orang untuk lima kategori saat ini sudah full booked alias sold out,” kata Andri saat ditemui di kawasan Grand Depok City (GDC), Depok, Minggu (11/10/2026).
Andri menjelaskan, Turnamen Piala Walikota mempertandingkan kategori Master, Non-Master, hingga kelompok usia pelajar mulai dari level TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK putra dan putri. Ajang ini dirancang sebagai upaya memasyarakatkan olahraga catur dan menjaga estafet pembinaan atlet junior di Kota Depok.
Selain persiapan Turnamen Piala Walikota, Percasi Kota Depok juga tengah mempersiapkan keberangkatan kontingen menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) catur. Berdasarkan aturan Pengprov Percasi Jawa Barat dan PB Percasi, Kota Depok berencana mengirimkan sebanyak 22 atlet.
Para peraih juara pertama Kejorda tahun ini dan tahun sebelumnya (2025) akan diberangkatkan dengan fasilitas biaya dari Pengprov Percasi Jabar, sedangkan selebihnya diberangkatkan melalui jalur mandiri.
Tak hanya Kejurnas, Percasi Depok juga memfokuskan persiapan jangka panjang menghadapi Porprov Jabar 2026 di Banten. Sebanyak 9 atlet telah dipersiapkan, yang mencakup nomor Beregu Putra (5 orang), Perorangan Putri (2 orang), Senior/Terbuka Putra (1 orang), dan Veteran (1 orang).
Mengenai peta persaingan di Porprov mendatang, Andri menegaskan timnya akan tampil tanpa beban (nothing to lose) dengan semangat pantang menyerah meski harus berhadapan dengan pecatur bergelar Master hingga Grandmaster (GM).
“Kita bermain sebagai kuda hitam dan nothing to lose. Target kita tentu berjuang meraih medali emas. Yang terpenting adalah seluruh ekosistem catur di Depok mulai dari pengurus, klub, sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah terus kompak dan bersinergi demi kemajuan catur Kota Depok,” pungkas Andri. (Guntur Bulan)

