suaradepok.com | DEPOK– Menyambut hari jadinya yang ke-27, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi memperkenalkan logo peringatan HUT Kota Depok tahun ini. Bukan sekadar visual, logo tersebut membawa pesan mendalam mengenai transformasi pembangunan, sinergi sosial, hingga komitmen pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi.
Melalui unggahan resmi di media sosial @pemkotdepok, dijelaskan bahwa angka “27” didesain dengan lekukan dinamis yang melambangkan karakter masyarakat urban Depok yang adaptif dan progresif. Angka ini juga merujuk pada tanggal kelahiran kota sekaligus tonggak peningkatan kualitas pembangunan.
Salah satu poin yang menonjol dalam logo tahun ini adalah penyematan elemen budaya lokal. Motif Batik Gong Si Bolong dan Tari Topeng Cisalak menghiasi angka 2 dan 7, menegaskan bahwa pembangunan modern di Depok harus berpijak pada akar sejarah dan Warisan Budaya Tak Benda.
Tak hanya itu, ornamen Gigi Balang khas Betawi turut disematkan pada angka 7. Kehadirannya melambangkan keteguhan moral dan etika, serta kekuatan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.
Logo ini juga menampilkan siluet peta 11 kecamatan dan 63 kelurahan yang dibingkai dalam sebuah lingkaran. Frame lingkaran tersebut membawa pesan tentang kesatuan dan hilangnya sekat antar elemen masyarakat. Secara filosofis, ini menggambarkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam satu arah pembangunan yang terintegrasi.
Simbolisme Warna
Pemilihan warna biru dan hijau mendominasi identitas visual tahun ini:
Biru merepresentasikan stabilitas dan profesionalisme pelayanan publik.
Hijau mempertegas komitmen Pemkot Depok menuju kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (green city). Dengan rilisnya filosofi logo ini, Pemkot Depok mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut merayakan momentum pertambahan usia kota dengan semangat kebersamaan dan optimisme menuju masa depan yang lebih baik. (***)


