suaradepok.com | DEPOK – Di bawah naungan tema “Menguatkan Iman, Mewujudkan Solidaritas”, Masjid Baitul Bashiir, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, mengubah momentum Ramadan 1447 H menjadi ladang amal nyata. Tidak sekadar menjadi tempat ibadah, masjid yang terletak di Perumahan Permata Puri 1 ini menjelma menjadi pusat pergerakan sosial yang melintasi batas provinsi.
Ramadan tahun ini menjadi saksi betapa kuatnya ukhuwah Islamiyah yang dibangun jamaah. Melalui hasil donasi, bazar, dan berbagai kegiatan syiar, Masjid Baitul Bashiir menyalurkan bantuan besar bagi saudara-saudara yang tertimpa musibah di Bandung, Aceh, hingga Sumatera.
Ketua DKM Masjid Baitul Bashiir, Machsun Asqy, menyatakan bahwa kepedulian mereka bukan sekadar kata-kata. Panitia Syiar Ramadan telah terjun langsung ke lokasi bencana longsor di Kabupaten Bandung untuk memulihkan Masjid Al Hidayah yang terdampak cukup parah.
“Apa yang kami lakukan di Masjid Al Hidayah meliputi renovasi total tempat wudhu, perbaikan bangunan dalam, pengecatan, hingga pemberian fasilitas penunjang seperti karpet baru, sound system, lemari, dan wakaf Al-Qur’an,” ujar Machsun (10/3).
Langkah ini diambil agar masyarakat di Pasirkuning dapat kembali beribadah dengan layak dan khusyuk, terutama di sisa bulan mulia ini.
Tak berhenti di Jawa Barat, sayap kedermawanan Masjid Baitul Bashiir mengepak hingga ke Kabupaten Aceh Tamiang. Bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), pihak DKM menginisiasi renovasi musala-musala yang hancur dihajar bencana alam beberapa waktu lalu.
Upaya ini menjadi bukti bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi rasa empati. Bagi Masjid Baitul Bashiir, membantu renovasi rumah ibadah adalah investasi akhirat yang akan terus mengalirkan pahala bagi para donatur.
Selain aksi tanggap bencana, masjid ini tetap menjaga tradisi edukasi melalui Ramadan for Kids (Rafki). Wakil Ketua Panitia Syiar Ramadan, Eko Prasetyo, menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini—baik fisik maupun edukatif—adalah sarana menumbuhkan rasa empati.
“Di bulan mulia ini, yang memiliki kelebihan harta harus menjaga lingkungannya agar kondusif melalui kegiatan sosial. Membantu sesama adalah cara kita mensyukuri nikmat Allah,” tandas Eko. (Gubul)

