Menepis Cemas di Musim Sekolah: Disdik Depok Garansi SPMB 2026 Bersih dan Buka Posko Aduan

Share

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DEPOK | suaradepok.com– Musim penerimaan sekolah selalu menjadi momen mendebarkan bagi para orang tua. Bayang-bayang ketatnya persaingan hingga kekhawatiran akan adanya “praktik belakang” acapkali membayangi pikiran. Menjawab keresahan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok bergerak cepat dengan menggaransi bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 akan berjalan sepenuhnya transparan dan akuntabel.

Bukan sekadar janji di atas kertas, Disdik Depok bahkan secara resmi membuka ruang bagi masyarakat luas untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika mengendus adanya kecurangan selama proses seleksi berlangsung.

Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB 2026 akan dipublikasikan secara terbuka, baik melalui kanal resmi dinas maupun pihak sekolah masing-masing. Langkah radikal ini diambil demi mengembalikan dan menjaga kepercayaan publik terhadap integritas dunia pendidikan di Kota Belimbing.

“Kami ingin SPMB 2026 benar-benar bersih, adil, dan bisa diawasi bersama,” ujar Wahid dengan nada optimistis saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (21/5/2026).

Salah satu terobosan penting tahun ini adalah penyediaan saluran pengaduan yang mudah diakses. Wahid meminta orang tua murid dan masyarakat tidak perlu ragu atau takut untuk bersuara jika menemukan indikasi manipulasi data atau prosedur yang menyimpang di lapangan.

Menurut Wahid, transparansi mutlak diperlukan agar praktik-praktik lama seperti “titip-menitip” bangku sekolah atau pemalsuan berkas bisa dikikis habis. Demi mempertegas komitmen ini, Disdik tidak berjalan sendiri. Pengawasan internal akan diperketat dengan menggandeng pihak Inspektorat serta Ombudsman sebagai lembaga pengawas eksternal.

“Saluran aduan sudah kami siapkan agar masyarakat tidak ragu melapor,” tambahnya.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, minimnya informasi sering kali memicu kepanikan di kalangan orang tua murid. Antisipasi pun dilakukan Disdik Depok dengan menggelar sosialisasi teknis pendaftaran, jadwal, hingga rincian kuota jauh-jauh hari sebelum pendaftaran resmi dibuka.

Dengan persiapan yang lebih awal ini, diharapkan para orang tua dan calon siswa memiliki waktu yang cukup untuk memahami mekanisme, menghitung peluang, serta menyiapkan berkas tanpa harus terburu-buru. Keterbukaan informasi ini diyakini mampu meminimalisir kegaduhan dan keresahan publik yang biasa terjadi menjelang tahun ajaran baru.

Sama seperti tahun sebelumnya, pendaftaran SPMB 2026 di Kota Depok nantinya akan dibagi ke dalam beberapa tahapan dan jalur masuk, antara lain:

Jalur Afirmasi (bagi siswa kurang mampu dan inklusi)

Jalur Prestasi (akademik maupun non-akademik)

Jalur Zonasi (berdasarkan jarak domisili rumah ke sekolah).

Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan jadwal dan persyaratan lengkap, Disdik Depok mengimbau untuk terus memperbarui informasi melalui website resmi dan akun media sosial dinas agar terhindar dari informasi hoaks yang menyesatkan.

Melalui pengawalan bersama antara pemerintah, aparat pengawas, dan partisipasi aktif warga, SPMB Depok 2026 diharapkan mampu melahirkan proses seleksi yang tidak hanya meloloskan siswa berprestasi, tetapi juga teguh menjaga nilai kejujuran sejak hari pertama melangkah ke sekolah. (Guntur Bulan)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Read more

Pos Terkait