DEPOK | suaradepok.com
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok, Tommy Sitorus, menegaskan posisi organisasinya sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis bagi Pemerintah Kota Depok. Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah diskusi yang digelar di gedung pemudaan Jalan Merdeka, Sukmajaya Depok, Selasa, 24/2/26.
Tommy menilai bahwa sejauh ini kinerja pemerintah di bawah arahan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah telah memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, terutama pada sektor pendidikan seperti program RSSG dan sektor pelayanan lainnya.
”Diskusi hari ini adalah bagian dari refleksi kami. Apa yang dilaksanakan oleh Bapak Supian Suri dan Bapak Chandra Rahmansyah kami lihat berdampak baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Tommy saat diwawancarai.
Namun, KNPI menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui regulasi yang lebih kuat. Tommy mendorong adanya diskursus mengenai Rencana Aksi Daerah (RAD) tentang Kepemudaan di Kota Depok. Tujuannya agar program pembinaan pemuda tidak bersifat sementara atau temporer.
”Kami mendorong formulasi program jangka panjang agar tidak hanya bersifat temporer, tetapi menjadi program tetap yang manfaatnya terus dirasakan oleh anak muda ke depannya,” tambahnya.
Selain isu kepemudaan, Tommy juga menyoroti permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Kota Depok. Ia mengungkapkan bahwa KNPI mendukung solusi inovatif seperti konsep waste to energy yang melibatkan pihak swasta untuk mengubah sampah menjadi sumber energi. Meski solusi teknologi tersebut merupakan target jangka panjang, untuk langkah jangka pendek, Tommy mengajak seluruh elemen pemuda dan masyarakat untuk memulai pengelolaan dari hulu.
”Di internal gedung pemuda, kami sudah mensosialisasikan pengelolaan sampah mandiri. Yang terpenting adalah pemilahan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Ini langkah jangka pendek yang krusial sebelum kita bicara transformasi sampah menjadi energi,” pungkasnya. (Guntur Bulan)











