BerandaBerita TerkiniEdmon Johan Tunjukkan Bukti Otentik, H. Sarmili: Jangan Buat...

Edmon Johan Tunjukkan Bukti Otentik, H. Sarmili: Jangan Buat Gaduh

DEPOK | suaradepok.com

Situasi internal Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok tengah memanas. Penjabat (Pj) Ketua Kadin Kota Depok, Drs. Edmon Johan, angkat bicara untuk mengklarifikasi isu pemecatan dirinya sekaligus menunjukkan bukti otentik pengunduran diri ketua sebelumnya, Mifta Sunandar.

Dalam konferensi pers yang digelar di Balai Sarmili, Sukmajaya, Sabtu (28/2/2026), pria yang akrab disapa Edmon “Kumis” ini menegaskan bahwa dirinya sedang menunggu Surat Keputusan (SK) definitif dari Kadin Jawa Barat. Ia menyatakan bahwa seluruh langkah yang diambilnya telah sesuai dengan AD/ART Kadin Indonesia dan UU Keppres.

Edmon menepis kabar pemecatan dirinya dan justru mempertanyakan dasar hukum pihak-pihak yang mencoba membuat gaduh. Ia menunjukkan dokumen berita acara yang ditandatangani di hadapan Dewan Pembina sebagai bukti penyerahan jabatan.

“Mifta Sunandar itu sudah mengundurkan diri dan memberikan mandat Pj Kadin kepada saya. Ini ada buktinya, ada tanda tangannya,” tegas Edmon sambil menunjukkan surat tersebut kepada awak media.

Ia juga menyoroti penggunaan kop surat dan stempel Kadin Depok oleh pihak lain untuk melakukan pemecatan sepihak sebagai pelanggaran tata tertib (tatib) organisasi yang fatal.

Soal KTA-B dan Tertib Administrasi dan keluarnya beberapa nama dari struktur kepengurusan, Edmon menjelaskan bahwa hal tersebut bukan keputusan personal, melainkan konsekuensi aturan organisasi mengenai kewajiban iuran KTA-B.

“KTA-B itu wajib membayar iuran, itu aturan undang-undang. Jadi, keluarnya pengurus itu karena peraturan, bukan karena saya. Bagi rekan-rekan yang belum terima, mari bersilaturahmi, jangan buat kegaduhan,” tambahnya.

Senada dengan Edmon, Tokoh Senior sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Kota Depok, Haji Sarmilih (yang akrab disapa Lurah Dewa), mengaku terkejut dengan adanya pihak yang masih mengklaim jabatan Ketua Kadin Depok.

Berbicara di kediamannya di kawasan Sukmajaya, Lurah Dewa menilai klaim sepihak tersebut mencederai tata kelola organisasi. Ia menegaskan bahwa rapat pleno telah digelar untuk menentukan kepemimpinan baru pasca pengunduran diri Mifta Sunandar.

“Secara organisatoris telah digelar rapat pleno. Upaya mempertahankan klaim jabatan setelah mengundurkan diri itu tidak mencerminkan sikap kenegarawanan dan merusak soliditas,” ujar Lurah Dewa.

Sebagai tokoh asli Depok, ia mengingatkan agar dinamika internal ini tidak merugikan dunia usaha dan investasi di Kota Depok. Ia berharap Kadin tetap menjadi mitra strategis pemerintah yang solid, bukan sumber polemik publik.

“Kadin butuh stabilitas untuk mendorong ekonomi daerah. Saya minta jangan rusak marwah organisasi,” pungkasnya. (Guntur Bulan)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img