suaradepok.com | DEPOK—Skandal dugaan pemotongan honor tenaga medis dan praktik pungutan liar (pungli) mengguncang lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok. Gerakan Rakyat Semesta (GRS) bersama aktivis kesehatan Kota Depok mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk segera mencopot Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD ASA yang diduga kuat terlibat dalam penyelewengan tersebut.
Ketua GRS, Anton Sujarwo, menegaskan bahwa pemotongan jasa atau honor dokter spesialis tanpa pemberitahuan merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang berat sekaligus pelanggaran kode etik serius.
“Kami menuntut Pemkot Depok untuk segera mengambil sikap tegas terhadap pelaku pemotongan honor dokter. Jika terbukti, wajib dipecat dan dicopot Kabid Pelayanan tersebut agar Pemkot Depok tetap memiliki marwah,” tegas Anton dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan hasil investigasi dan data internal GRS, pemotongan honor tersebut terindikasi mengalir menjadi praktik ‘setoran’ atau pungli untuk mengamankan maupun memperjualbelikan jabatan struktural di lingkungan RSUD ASA.
Selain menuntut pemecatan oknum terkait, Anton juga menyentil Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar berani bersuara membela hak anggotanya. Ia turut menyoroti kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok yang dinilai lemah dalam pengawasan.
“Tugas Dinas Kesehatan adalah memastikan pelayanan publik berjalan baik. Jika pejabatnya tidak becus dan pelayanannya buruk, harus dievaluasi, dipecat, dan diganti dengan figur yang lebih kredibel. Jika Pemkot tidak bertindak tegas, retorika perbaikan pelayanan publik di Depok hanya sebatas pencitraan,” lanjutnya.
Senada dengan GRS, Aktivis Kesehatan Kota Depok, Adi Suman, menilai kasus pemotongan hak jasa medis dokter spesialis ini sudah berada pada taraf yang sangat mengkhawatirkan. Ia mempertanyakan transparansi manajerial serta pembiaran yang dilakukan Dinkes dan jajaran Direksi RSUD ASA terhadap oknum pelaku yang diduga masih aktif bertugas.
“Terkait pemotongan jasa dokter spesialis yang tidak diketahui sama sekali oleh dokter bersangkutan, ini sudah sangat mengkhawatirkan. Siapa yang melakukan pemotongan tersebut? Apa tindakan tegas Dinkes dan Direktur RSUD ASA?” ujar Adi Suman melalui rekaman video berdurasi 1 menit 29 detik.
Adi menduga adanya perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang membuat oknum tersebut belum tersentuh sanksi.
“Apakah oknum tersebut titipan seorang pejabat atau dewan? Yang tidak berkompeten dan tidak berintegritas, buang! Untuk apa dipekerjakan kalau hanya merusak citra RSUD ASA?” cecarnya.
Ia mengingatkan manajemen RSUD ASA dan Dinkes Kota Depok untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan.
“Terlebih yang dipotong ini adalah keringat dari dokter spesialis. Na’udzubillahi min dzalik. Tindak tegas segera sebelum kami buka semuanya ke publik,” pungkas Adi.
(Guntur Bulan)

