DEPOK | suaradepok.com—Sejumlah temuan dilapangan mulai dari direksikeet sampai progres pengerjaan penataan Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Kota Depok, telah disampaikan konsultan pengawas kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Konsultan Pengawas dari PT Kriyasa Abadi Nusantara, Rido mengaku sudah menegur perihal fasilitas direksikeet yang didirikan PT Lestari Gigih Jagad Raya di proyek penataan Jalan Proklamasi.Ia juga menjelaskan tidak ada spesifikasi ukuran bedeng (direksikeet) yang mengatur secara eksplisit, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan serta dokumen kontrak. Meski demikian, konsultan pengawasan menilai fasilitas bedeng saat ini kurang layak dan perlu diperbaiki agar layak fungsi.
Karena direksikeet bukan hanya dipergunakan untuk menaruh bahan material berupa semen dan lainnya. Namun juga harus ada kursi, meja, dan gambar. Oleh sebab itu, pihak konsultan pengawas telah menyampaikan laporan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok.
“Kami sudah peringati dari minggu-minggu awal, cuma kontraktornya cuek dan bisa dikatakan sedikit agak bandel. Laporan ke dinas sudah masuk dan surat teguran kedua juga sudah diturunkan untuk kontraktor. Bedeng tersebut bukan dipindah, tapi diperbaiki dan diperbesar agar lebih layak,” kata Rido di lokasi proyek, akhir pekan kemarin. Sabtu, 29/8/2026 .
Untuk progres pengerjaan penataan Jalan Proklamasi yang dilaksanakan PT Lestari Gigih Jagad Raya, ungkap dia, sudah mencapai angka 70,01 persen. Target penyelesaian dalam kontrak kerja proyek ini pada minggu ke-13 bulan September.
Rido menyampaikan sejumlah item pekerjaan utama telah rampung dikerjakan. Mulai dari pembangunan median jalan, saluran u-ditch, hingga pengecoran lantai kerja (BO C20) sampai titik STA 75. Untuk pemasangan kastin masih berlangsung hingga titik STA 175.
“Sejauh ini dari kurva S rencana dengan realisasi aktual di lapangan masih plus atau melebihi target. Untuk kendala seperti pipa bocor dan kabel utilitas sebelumnya juga sudah langsung ditangani bersama pihak terkait,” ujarnya.

Walau menunjukkan progres fisik yang signifikan, pelaksanaan di lapangan dinilai masih menyisakan catatan perihal aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan manajemen lalu lintas. Karena di lokasi proyek terlihat adanya tumpukan material seperti pasir dan kastin yang memakan sebagian badan jalan tanpa dilengkapo rambu pengaman atau penerangan yang memadai. Hal tersebut dinilai akan berpotensi membahayakan para pengguna jalan, terlebih sewaktu malam hari.
Berkaitan hal itu, Rido menegaskan pihak konsultan pengawas secara rutin telah mengingatkan pihak pelaksana (kontraktor) untuk memasang garis pengaman. Akan tetapi, fasilitas keselamatan yang dipasang kerap rusak dan hilang.
“Tiap hari sudah kita ingatkan dan dipasang, tetapi sering putus atau rusak lagi. Pengerjaan di badan jalan secara teknis diperbolehkan asalkan rambu-rambu K3 terpasang penuh. Karena kontraktor belum mengeksekusi penataan dengan konsisten, ini menjadi catatan pengawasan kami,” imbuhnya.
Sementara, Pelaksana Lapangan dari PT Lestari Gigih Jagad Raya, Bima mengatakan garis pengaman sebenarnya kerap dipasang di sepanjang jalur pengerjaan, namun selalu hilang atau diputus lantaran akses aktivitas warga setempat.
“Setiap selesai kerja sore hari selalu kita pasang garis line dari ujung ke ujung. Namun ini jalur padat dan akses keluar-masuk warga, pas pagi harinya garis pengaman itu sering dipotong atau dilepas,” bilangnya.
Sementara itu salah seorang pengamat Pembangunan di Kota Depok, Alex mengatakan bahwa rekanan BM DPUPR yang sedang mengerjakan proyek di Jalan Proklamasi kerap kali pekerjaannya tidak profesional.
”Proyek Penataan Jalan Proklamasi itu bisa molor, karena saat ini masih jauh dari progres, itu pelaksananya kan rekanan Bidang Bina Marga DPUPR Kota Depok, dia mah udah biasa dapat proyek di PU, dan hasil kerjanya banyak temuan, nanti kita follow up” ucapnya, dilansir arahkata.co.id, Selasa, (1/9/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas BM DPUPR Depok, Yodi, memilih bungkam dan terkesan masa bodo dengan adanya temuan temuan yang janggal di proyek Jalan Proklamasi tersebut. (Guntur Bulan)

