Gelombang Minta Kepala Bappeda Dievaluasi, Buntut Kegagalan JoTRAM

Share

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Depok |suaradepok.com – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Lokomotif dan Pembangunan (Gelombang), Cahyo Putranto Budiman mengatakan Wali Kota Depok masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) jika dalam waktu dekat akan melakukan rotasi dan mutasi pejabat.

Salah satu yang disebut Gelombang masih menjadi PR Wali Kota Depok dikatakan Cahyo adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Dadang Wihana.

Cahyo meminta Wali Kota Depok, Supian Suri untuk lebih mempertimbangkan arah pembangunan Kota Depok dibawah kepemimpinan Dadang Wihana. Karena kata Cahyo, pihaknya masih memiliki track kinerja minus Kepala Bappeda ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok.

“Masih ingat program unggulan pak Dadang Wihana ketika masih menjabat sebagai Kadishub Kota Depok? 2019 lalu yang bersangkutan punya program unggulan bernama JoTRAM, mau lihat nasibnya sekarang?,” kata Cahyo kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Ketika itu kata Cahyo, pada 2019 JoTRAM digadang-gadang oleh Kadishub Depok pada masanya Dadang Wihana diklaim menjadi program unggulan dalam mengurai kemacetan di beberapa ruas jalan yang ada di Kota Depok.

“Namun fakta berbanding terbalik, jauh panggang daripada api. Hampir tak ada titik kemacetan yang berhasil di urai oleh program tersebut, nihil,” beber pria yang memiliki hobi mengelola klub bola tersebut.

Menghabiskan anggaran Kota Depok miliaran rupiah pada JoTRAM 2019 lalu, Cahyo meminta Wali Kota Depok tidak lagi mau termakan oleh program-program serupa yang menghabiskan APBD Kota Depok.

“Ini berkaitan dengan efisiensi yang tengah berlaku di setiap wilayah yang ada di Indonesia. Jangan sampai ada lagi program sia-sia seperti itu, jadi saya rasa perlu dikoreksi oleh pak wali,” papar Cahyo.

Pria berkacamata itu juga mendesak Wali Kota Depok segera melakukan evaluasi kinerja dinas pendukung kinerja pemerintah dimana nantinya akan menentukan arah pembangunan yang ada.

“Kalau sudah meleset di JoTRAM yang lebih rinci, jangan sampai program pembangunan yang secara global akan menjadi korban selanjutnya. Mau dibawa kemana arah pembangunan Kota Depok selanjutnya?,” pungkasnya.

Read more

Pos Terkait