SUKMAJAYA | suaradepok.com
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) ke-53 tahun, Anggota DPRD Depok dari PDI Perjuangan, Fransiscus Samosir, menyelenggarakan lomba “Street Chess Competition”. Acara tersebut berlangsung di markas klub catur Pion Baja Chess Club (PBCC) Jalan Proklamasi Ujung, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada tanggal 31 Januari 2026.
Fransiscus Samosir mengungkapkan bahwa acara ini bermula dari permintaan untuk membina komunitas catur di wilayah Sukmajaya.
“Akhirnya mereka butuh pembina lah ya, pembina bagaimana komunitas-komunitas catur yang ada di Sukmajaya ini bisa ada bapaknya gitu ya. Dan saya bilang, ‘Oke, siap,'” ucapnya. Sabtu, 31/1/26.
Frans menjelaskan, dirinnya bersama tim memutuskan untuk menyelenggarakan acara secara berkala dengan target minimal dua kali dalam setahun, yang akan digilir di berbagai lokasi.
“Kalau memang saya sih minta kalau bisa setahun dua kali kita bikin event, enggak apa-apa. Kita gilir, ini di Abadijaya, besok tadi klub di komplek Pelni minta 6 bulan ke depan minta di klub di Pelni. Ternyata ada beberapa RW yang sudah punya komunitas,” jelasnya.
Salah satu tujuan utama acara adalah mengembangkan potensi anak-anak melalui kelas junior, dengan harapan menemukan dan mempromosikan atlet catur unggul hingga tingkat kota bahkan nasional.
“Intinya makanya kita buka juga kelas junior. Kita cari bibit-bibit baru unggul yang bisa kita promosikan bahkan sampai tingkat kota, mewakili kota, bahkan nasional. Nah, ke depan 6 bulan ke depan sih maunya saya sih junior saja full. Nanti kita atur lagi seniornya kapan lagi,” ujar Fransiscus.
Ia menambahkan bahwa selama ini minat anak-anak terhadap catur belum maksimal karena promosi hanya dilakukan melalui klub-klub. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan menjangkau sekolah-sekolah dasar (SD) untuk mengumpulkan dan membina anak-anak berbakat, dengan dukungan panitia yang sebagian besar merupakan pemain catur bergelar Master.
Ketika ditanya mengenai hadiah yang disiapkan, Fransiscus menjelaskan bahwa total hadiah sebesar 5.300.000 rupiah, yang diambil dari angka tahun ke-53 HUT PDI Perjuangan. “Karena ulang tahun yang ke-53, jadi totalnya 5.300.000. Tahun depan 5.400.000, naik 100 (ribu),” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Street Chess Competition, Welem Sky, menjelaskan makna di balik nama acara tersebut.
“Kita pakai nama Street Chess Competition. Street Chess Competition itu kalau diartikan dalam bahasa Indonesia itu sebenarnya kompetisi bermain catur di jalan… Kenapa? Karena banyak sekali komunitas-komunitas catur itu, pecatur-pecatur itu, sering sekali bermainnya di pinggir jalan, warung-warung kopi. Nah, itu lebih merakyat gitu, lebih jatuhnya merakyat. Jadi acara ini diadakan supaya lebih santai, lebih masyarakat juga ‘ayo berpartisipasi’,” bebernya.
Walaupun konsepnya merakyat, acara tetap mengikuti aturan resmi dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dengan adanya tim juri dari organisasi tersebut. Welem menambahkan bahwa tujuan acara juga untuk menjauhkan anak-anak dari kecanduan media online dan menginspirasi mereka untuk berinteraksi secara langsung.
“Kalau orang bisa main catur pasti orang pintar, karena dibutuhkan pemikiran yang tidak hanya sekali saja tapi lebih ke depannya. Nah itu menyangkut kehidupan juga,” jelasnya.
Dalam acara ini, sekitar 20 anak-anak berpartisipasi, baik dari warga sekitar maupun atlet catur dari Depok.
“Harapan saya dengan adanya Street Chess Competition ini semoga ke depan lebih banyak lagi kompetisi-kompetisi seperti ini terjadi khususnya di Kota Depok. Sehingga banyak generasi-generasi muda dan para atlet-atlet yang sudah ada dan juga komunitas-komunitas catur yang baru tumbuh lebih menjamur lagi, lebih berkembang lagi, dan lebih semangat lagi dalam bercatur,” pungkasnya. (Guntur Bulan)











