Depok | suaradepok.com
Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok merencanakan perbaiki Jembatan Gantung Juara di Situ tujuh Muara yang berada di kawasan Alun-alun Barat, Kecamatan Bojongsari melalui anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan perbaikan Jembatan Juara difokuskan pada sling penyangga yang mengalami pergeseran akibat hujan lebat pada Desember 2025.
“Itu segera kita tindak lanjuti, kemarin sudah acc BTT segera diperbaiki,” kata Supian Suri dilansir berbagai sumber.
Jembatan sepanjang 140 meter yang menghubungkan Alun-alun Barat dengan Jalan Haji Kenan diketahui telah ditutup untuk umum beberapa waktu lalu akibat adanya kerusakan cukup parah akibat pohon tumbang.
Beberapa partisi jembatan seperti kabel terjuntai ke Situ serta pondasi terlihat miring. Kondisi tersebut tak pelak menarik pemerhati pembangunan di Kota Depok.
Cahyo Putranto Budiman, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Lokomotif dan Pembangunan (Gelombang) ikut memberikan komentar.
Cahyo menilai kondisi tersebut dimulai dari kesalahan pemerintah menyusun rencana pembangunan. Ia mengatakan pembangunan Jembatan Juara di Situ 7 Muara diduga menyalahi banyak aturan teknis.
“Mulai dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), ada ga kira-kira itu?,” tanya Cahyo.
Selain membahas perihal IMB, Cahyo juga mempertanyakan keberadaan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) yang dikeluarkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
“Karena peruntukan nya adalah masyarakat, maka sisi keselamatan harus jadi prioritas. Kalau terjadi kecelakaan karena tidak ada Rekomtek, itu bahaya bener kan,” pungkasnya. (Guntur)











