Cipayung, suaradepok.com – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Kota Depok yang sudah memiliki agenda terjadwal terkait sasaran kegiatan fisik dan non fisik harus melakukan bongkar pasang jadwal baru di beberapa kegiatan.

Pasalnya, meski agenda kegiatan sudah di jadwal sebelumnya, namun di dalam perjalanan terjadi perubahan terkait pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Hal itu tidak lepas dari peran dan saran dari masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan TMMD yang berharap para Satgas dapat memaksimalkan kegiatan TMMD ke-103.

Satgas TMMD banyak mendapat masukan dan permintaan dari warga sekitar terkait keberadaan infrastruktur lingkungan dan fasilitas publik yang perlu adanya perbaikan, diantaranya adalah keberadaan drainase atau gorong-gorong yang dianggap warga kurang memadai di jalan lingkungan warga di RT 2 RW 9 Kelurahan Cipayung Jaya.

Lebar drainase diketahui hanya sekitar 30 cm dengan kedalaman sekitar setengah meter. Akibatnya, saat hujan turun, jalanan dengan lebar sekitar 3 meter itu kerap tergenang air.

“Penyebanya karena gorong-gorong ini ukurannya tidak sesuai dengan debit air yang datang dari atas. Sehingga setiap hujan, disini selalu terjadi genangan air yang cukup lumayan dengan ketinggian sekitar 30 sampai 40 cm,” kata Dayat warga setempat, Rabu (31/10/2018).

Karenanya, kata Dayat, dirinya berkordinasi dengan pengurus RT setempat dan meminta bantuan Satgas TMMD untuk melebarkan saluran drainase tersebut.

“Karena sejak dua minggu ini kami lihat ada giat TMMD, kami coba minta bantuan kepada Satgas TMMD. Tak disangka, aduan kami langsung mendapat respon positif,” kata Dayat dengan nada senang.

Sejumlah personel Satgas langsung melakukan pembongkaran drainase, dari yang semula lebarnya hanya 30 cm, dilebarkan menjadi 50 cm.

Komandan Satgas TMMD ke-103 Kota Depok, Letkol Inf Iskandarmanto yang juga Komandan Kodim 0508/Depok mengatakan bahwa pengerjaan pelebaran drainase di jalan lingkungan warga di RT 2 RW 9 Kelurahan Cipayung Jaya ini sebenarnya bukanlah sasaran kerja di giat fisik Satgas TMMD.

Namun kata Iskandarmanto, hal itu adalah bentuk kesigapan Satgas TMMD dalam menindaklanjuti permasalahan yang ada di tengah warga dan langsung membantu mengatasinya dengan solusi yang ada.

“Selama kami mampu, pasti akan dikerjakan demi kepentingan bersama. Sehingga apa yang dilakukan Satgas TMMD ini bisa dirasakan benar manfaatnya oleh masyarakat,” kata Iskandarmanto.

Ke depan, lanjut Dandim, pihaknya juga berharap masukan atau kritik membangun dari warga masyarakat untuk koreksi kegiatan selama pelaksanaan TMMD ke-103.

“Supaya ke depan kami bisa melakukannya lebih baik lagi dan hasilnya lebih bermanfaat untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Dandim.

(S1/fer)