Foto : Ilustrasi
Foto : Ilustrasi

Balaikota, suaradepok.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menyiapkan anggaran tambahan untuk membantu sejumlah siswa yang masuk dalam kategori keluarga prasejahtera.

Melalui subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok, dana bantuan sosial tersebut diharapkan dapat mempermudah akses pelayanan pendidikan bagi siswa prasejahtera.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa bantuan dana subsidi tersebut akan diberikan kepada siswa prasejahtera yang bersekolah di satuan pendidikan swasta, mengingat kuota di sekolah negeri sangat terbatas.

Lebih jauh Thamrin mengatakan, bertepatan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2020/2021, pihaknya (Disdik) telah mengalokasikan dana subsidi tersebut bagi para siswa yang membutuhkan.

“Kita sudah mengalokasikan subsidi bagi siswa tidak mampu sehingga mereka bisa tetap melanjutkan masa wajib belajarnya,” ujar Thamrin.

Jumlah Bantuan dan Syarat Penerima

Subsidi yang diberikan Disdik Depok akan diberikan untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK.

Adapun besaran anggaran yang akan diberikan untuk masing-masing jenjang pendidikan tentunya berbeda.

Bantuan untuk siswa SD akan diberikan sebesar Rp 2 Juta setiap tahunnya. Untuk pelajar SMP akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 3 juta per tahun.

Sementara bagi yang bersekolah di SMA/SMK, kita berikan bantuan sebesar Rp 2 juta per siswa setiap tahunnya melalui dana bantuan sosial.

“Adapun syarat untuk mendapatkan dana bantuan subsidi tersebut adalah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), kartu Program Keluarga HarapanĀ (PKH) atau kartu prasejahtera dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok”, jelas Thamrin.

Sekolah Terbuka

Selain memberikan bantuan dana sosial untuk pendidikan, Disdik Kota Depok juga telah membuka dua sekolah terbuka, yakni SMP Terbuka Sawangan dan SMP Terbuka 12 Depok serta membuka paket kesetaraan di setiap jenjang melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri.

Semua fasilitas dan program yang sudah dirancang oleh Disdik Depok untuk siswa itu tidak dipungut biaya (gratis).

“Dengan adanya program-program tersebut, kami berharap para siswa-siswi di Kota Depok khususnya yang prasejahtera, bisa melanjutkan masa pendidikan mereka sebagaimana mestinya,” pungkas Thamrin berharap. (Fer)