Di negara-negara otoriter, penipuan dan kebohongan dapat dengan mudah diubah menjadi kemuliaan.

Namun mantan Presiden AS Abraham Lincoln mengatakan Anda tidak bisa membodohi semua orang sepanjang waktu.

Demikian disampaikan Tokoh Nasional Rizal Ramli yang dia sampaikan melalui akun Twitter @ramlirizal, ditulis Jumat (28/6/2019).

“Dalam rezim otoriter baru, ketika kaum intelektual membenarkan penipuan dan ketidakadilan, dan media arus utama menjadi megafon dari status quo, ketidaksetaraan ekonomi dan kemiskinan struktural akan meningkat,” tegas Rizal.

Dalam cuitan sebelumnya, RR, sapaan Rizal juga berujar, jika sistem politiknya neo-otoriter tapi kebijakan ekonominya neo-liberal adalah sebuah kontradiksi.

“Hasilnya oligarki akan semakin kuat, oligopoly semakin mencengkram, dan kemiskinan struktural akan makin parah,” sambung eks tim panel PBB ini.

Bahkan Cina saja yang otoriter, memakai pola ‘planned market ekonomi’, bukan neo-liberal.

Sumber