Kasus Pabrik SPF “Dicincai”, Warga Mekarsari Segera Demo Balaikota

Ketua RT 009 RW 012 Wilson Marpaung memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait perijinan pabrik milik Adi Kuswadi Wijaya

Cimanggis, suaradepok.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Depok dinilai “main mata” terkait perijinan pabrik makanan olahan yang berlokasi di Jalan Mekarsari Raya RT 009 RW 012 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Pasalnya, hingga berita ini dimuat, tidak ada tindakan nyata dari kedua instansi itu untuk memberikan sanksi tegas kepada pabrik yang berlokasi di tengah pemukiman padat penduduk tersebut.

Akibatnya, keresahan warga di 3 Rw (Rw 04, Rw 05 dan Rw 12) yang berlokasi di sekitar pabrik pun memuncak. Rencananya, dalam waktu dekat warga akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Balaikota Depok.

Baca Juga : Pabrik Makanan Olahan Berkedok Home Industri Buang Limbahke Sungai

Kepada wartawan, Ketua Rt 09 Rw 12, Wilson Marpaung mempertanyakan dasar untuk pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pabrik milik Adi Kuswadi Wijaya yang memproduksi makanan siap saji seperti Bakso Sapi, Bakso Ikan, Nuget, Otak-otak dan Mie dengan Merk “CM Super Polos” yang diproduksi PT. Selera Prima Food tersebut.

Otak-otak Ikan dan Baso Sapi hasil makanan olahan dari Pabrik di Perumahan Mekarsari, Depok

Menurut Wilson, hingga kini warga tidak pernah diminta atau memberikan tanda tangan terkait izin bangunan pabrik.

Baca Juga : Pabrik Makanan Olahan Siap Saji Disidak, Ini Hasilnya

“Setahu saya, jika ingin melakukan pembangunan harus ada izin dari warga sekitar. Mereka (Pemilik pabrik, red) tidak pernah meminta ijin untuk membangun pabrik di lokasi tersebut”, ungkap Wilson, Senin (26/03/2018).

Meski belum mengantongi ijin, Pabrik milik Adi Kuswadi Wijaya itu nekat melakukan pembangunan di lokasi pabrik

Memang, lanjut Wilson, mereka (Pemilik pabrik, red) pernah meminta ijin untuk usaha home industri (usaha rumahan/kecil), tetapi bukan untuk usaha sekelas Pabrik. Nah, di dalam perjalanannya, ternyata ijin itu mereka salahgunakan. Ternyata belakangan ini mereka usaha Pabrik (skala besar). Ini jelas-jelas penipuan dan ijinnya juga tidak sesuai.

Baca Juga : Besok Satpol PP Klarifikasi Ijin Bangunan Pabrik diMekarsari

“Yang saya tanda tangan itu untuk izin home industri, bukan untuk pabrik. Sementara IMB nya juga ditandatangani untuk perpanjang izin home industri, tetapi dimanfaatkan oleh pihak pabrik seolah-olah masyarakat menyetujui atas beroperasinya pabrik itu,” ungkap Wilson.

Cerobong asap pabrik yang terlihat dari kejauhan berada di kawasan padat penduduk

Jadi sekali lagi saya tegaskan, lanjut Wilson, izin untuk perpanjangan home industri telah dijadikan alat untuk melegalkan berdirinya pabrik itu. Pemerintah Kota Depok juga telah dikibuli sehingga salah dalam mengartikan tandan tangan yang saya berikan.

Baca Juga : Bos Pabrik di Mekarsari Mangkir dari Panggilan

“Ijin itu untuk home industri, bukan pabrik. Saya bisa membantah hal ini. Satpol PP juga sudah salah dalam membaca redaksinya,” tegas Wilson.

Hengki (kiri), orang tua dari pemilik Pabrik saat menemui petugas sidak dari Satpol PP Kota Depok

Untuk itu Wilson berharap agar Pemerintah Kota Depok segera menutup pabrik tersebut. Selain telah merugikan masyarakat, pihak pabrik juga telah menyalahgunakan dokumen perijinan yang diberikan. (ferry sinaga)