Cilodong, suaradepok.com – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (Sekjen DPN Lakri), Bejo Sumantoro menegaskan bahwa pihaknya akan segera menurunkan tim investigasi ke lokasi pekerjaan proyek pembangunan SDN Kalibaru 1 dan SDN Kalibaru 4 Depok.

Penegasan itu disampaikan Bejo setelah beredar informasi yang mengatakan bahwa pekerjaan proyek SDN Kalibaru 1 & 4 dengan nilai kontrak sebesar Rp 4 miliar lebih itu diduga dikerjakan dengan asal-asalan.

“Bongkar ! Lakri akan segera menurunkan tim investigasi untuk memonitor pekerjaan yang sedang dilaksanakan”, ujar Bejo, Sabtu (26/9/2020).

Seperti dikutip dari inidepok.com, proyek Pembangunan dan Penataan Lingkungan Komplek SDN Kalibaru 1 dan SDN Kalibaru 4 dengan pagu anggaran sebesar Rp 4,1 miliar diduga dikerjakan dengan asal-asalan.

Tak hanya itu. Sejumlah tukang yang sedang melaksanakan pekerjaannya pun terlihat tidak menggunakan Alat pelindung diri (APD) serta tidak dilengkapi dengan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Baca Juga : Proyek SDN Kalibaru 1 senilai Rp 4 M Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Sejumlah pekerja proyek terlihat tidak dilengkapi dengan K3 dan APD saat bekerja

Menanggapi hal ini, Ketua Penasehat Jaringan Mitra Pembangunan (JMP) Kota Depok, MT Sinaga menghimbau agar Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) selaku penyedia proyek untuk segera memberikan teguran kepada perusahaan pelaksana pekerjaan.

“Masa proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.009.211.168,82 dikerjakan asal-asalan dan tanpa diawasi dengan ketat. Atau jangan-jangan pengawas di lapangan dan dinas terkait ada kongkalikong dengan perusahaan pelaksana proyek ?”, duga MT Sinaga dengan nada curiga, Sabtu (26/9/2020).

Lebih jauh dikatakan MT Sinaga, pemenang lelang proyek seharusnya dapat memenuhi segala persyaratan yang dituangkan dalam surat perjanjian kontrak.

“Melihat kenyataan dilapangan (Pekerja tidak dilengkapi APD dan alat keselamatan kerja, red), maka sudah jelas bahwa perusahaan pelaksana proyek lalai dalam menjalankan kewajibannya. Bisa jadi hal ini merembet kepada mutu hasil pekerjaannya juga. Maka dari itu kami akan terus monitor pelaksanaan proyek itu hingga selesai. Jika ada kesalahan dalam pelaksanaannya, kami akan laporkan ke pihak-pihak terkait, termasuk ke instansi penegak hukum”, pungkas MT Sinaga mengingatkan.

Sebagai pengingat, pada tahun 2019 lalu, perbaikan SDN Kalibaru 1 sudah pernah dilakukan.

Kasusnya pun hampir mirip dengan tahun 2020 ini, dimana para pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaannya tidak menggunakan K3.

Akibat kelalaian tersebut, beberapa tenaga kerja (tukang) diketahui terluka akibat jatuh dari ketinggian sehingga mengalami luka bocor di kepala.

Sayangnya, Kepala Disrumkim Kota Depok, Dudi Miraz dan Kontraktor pelaksana pekerjaan, F. Nainggolan terkesan cuek dengan temuan tersebut diatas.

Bahkan, hingga berita ini dimuat, pesan singkat yang dikirim ke telepon seluler mereka pun tak kunjung dibalas.

Sebagai Informasi, Berikut Data-data Proyek tersebut :

Nama Tender : Pembangunan dan Penataan Lingkungan Komplek SDN Kalibaru 1 dan SDN Kalibaru 4;

Kategori : Pekerjaan Konstruksi;

Instansi : Pemerintah Daerah Kota Depok;

Satker : Dinas Perumahan dan Permukiman;

Pagu : Rp 4.113.480.000,-

HPS : Rp 4.113.397.550,79

Nama Pemenang : PT. Iccaputri Sildos;

Alamat : Jl. Letjend. Suprapto No. 160 Blok A19 Kel. Cempaka Baru Kec. Kemayoran Jakarta PusatĀ – Jakarta Pusat (Kota) – DKI Jakarta;

Harga Penawaran : Rp 4.010.000.000,-

Harga Terkoreksi : Rp 4.010.000.000,-

Hasil Negosiasi : Rp 4.009.211.168,82

No. SPMK : 602/PPK/SPMK/FSK-08.TABA/DPP/IX2020

Jangka waktu Pelaksanaan : 120 hari

Konsultan Pengawas : CV Prisma Karya Nusantara

Sumber Dana : APBD Depok Tahun 2020

(Penulis : Mersi)