Dr. Roely Panggabean SH, MH, kuasa hukum dari ketiga korban penganiayaan

BOGOR, suaradepok.com – RP, GB dan VP melalui kuasa hukumnya, Dr. Roely Panggabean SH MH melaporkan aksi pemukulan yang diduga dilakukan oknum yang mengaku anggota kepolisian ke Propam Polda Jabar.

Selain oknum yang diduga polisi, ketiga korban juga mengaku telah dianiaya oleh belasan orang yang disinyalir merupakan orang suruhan dari oknum anggota tersebut.

“Dalam surat itu kami meminta pengaduan dan permohonan perlindungan hukum terhadap klien kami,” ujar Roely Panggabean, Selasa (26/1/2021).

Dijelaskan Roely, akibat aksi pemukulan itu, ketiga korban mengalami luka lebam di sekitar mata. “Kedua mata korban bengkak, lebam bahkan sampai pecah pelipis matanya,” terang Roely.

Kejadian itu, lanjut dia, bermula pada Sabtu (23/1) malam ketika kedua korban sedang makan bubur ayam di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Pada saat makan, salah satu korban berusaha mengusir kucing lalu oknum pelaku melihat korban, dan merasa tidak nyaman korban pun melihat kembali oknum itu.

Ketika kedua korban ingin membayar, oknun pelaku itu secara tiba-tiba langsung mencolok mata salah satu korban yang tadi saling bertatapan, tak pelak hal itu langsung memicu keributan hingga terjadi saling pukul antara korban dan pelaku. Sontak warga dan pengunjung yang ada di lokasi kejadian langsung melerai dan memarahi pelaku tersebut.

Merasa tidak terima dipojokkan, pelaku mengancam kepada kedua korban dan berteriak mengaku kalau dirinya merupakan anggota kepolisian.

“Jika mau tau siapa saya cek di google, dengan inisial BC. Setelah kami cek ternyata inisial nama tersebut merupakan salah satu anggota Polri dengan pangkat Kompol.” katanya.

Tak selesai sampai situ, setelah korban dan pelaku pulang pada Minggu (24/1), pukul 01.00 WIB dini hari, tiba-tiba ada sekelompok orang dengan menggunakan empat unit mobil dengan berpakaian preman menjemput kedua korban.

“Korban dijemput paksa dan ada tindakan kekerasan fisik dalam penjemputan korban, bahkan kekerasan itu dilakukan dihadapan orangtua dan keluarganya” paparnya.

Anehnya, sambung dia, dalam penjemputan dari rumah korban yang jaraknya tidak jauh ke Polsek Bogor Tengah bisa memakan waktu tiga jam. “Selama itu korban dibawa ke sebuah tempat yang lalu diikat dan dipukuli. Setelah dikeroyok, dalam keadaan babak belur korban dibawa ke Polsek Bogor Tengah. Anehnya para korban malah ditahan oleh Polsek tersebut sedangkan para pelaku dibiarkan pergi begitu saja.” pungkasnya.

Roely Panggabean menegaskan, “Tindakan Penculikan dan Penganiayaan yang dilakukan oleh Ognum Polisi berinisial BC berpangkat Kompol tersebut dengan menggunakan warga sipil untuk membantu perbuatannya tersebut sangatlah tercela dan menodai institusi kepolisian. Bagaimana masyarakat bisa percaya jika ada Ognum Polisi seperti itu dibiarkan.”

“Saya harap Kepolisian Republik Indonesia dapat menindak tegas Ognum Polisi tersebut dan menangani kasus ini dengan profesional tanpa keberpihakan.” tambahnya.