Garap Proyek Saluran, Kontraktor “Abal-abal” Rusak 6 Rumah Warga

Salah satu tembok rumah warga yang mengalami kerusakan akibat pengerjaan proyek saluran drainase. (Foto : Istimewa)

Cimanggis, suaradepok.com – Proyek pekerjaan saluran drainase di Gang Masjid Al Husna Jalan Komjen M Yasin, Tugu Kecamatan Cimanggis Depok dikeluhkan warga.

Pasalnya, pengerjaan proyek saluran air yang dilaksanakan CV Argha Cahaya Indonesia dengan menggunakan dana APBD sebesar Rp 167,3 juta tersebut terkesan asal-asalan.

Warga mengeluh karena pelaksana pekerjaan dinilai tidak profesional dan justru menyebabkan kerusakan di beberapa rumah warga.

Pemasangan u-ditch saluran drainase di sepanjang gang masuk pemukiman warga juga dinilai asal jadi.

Di beberapa titik pekerjaan, terlihat pondasi pagar tembok rumah warga rusak (retak dan miring) akibat pekerjaan saluran drainase itu.

Salah seorang warga bernama Gustaf mengatakan bahwa proyek pekerjaan drainase di Gang Masjid Al Husna sudah dilakukan sejak akhir Agustus 2018.

Menurutnya, pengerjaan saluran drainase justru menimbulkan kerusakan di pagar dan jalan di depan rumah warga yang berada di sepanjang gang yang memiliki lebar sekitar 3 meter tersebut.

“Karena lebar gang hanya sekitar 3 meter dan pemasangan drainase tepat di depan pagar rumah warga, seharunya pihak kontraktor bisa berhati-hati. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Setelah adanya pekerjaan saluran tersebut, 6 rumah warga justru malah rusak”, keluh Gustaf, Selasa (25/9/2018).

Tak hanya itu. Beberapa bagian jalan masuk dari gang ke halaman rumah warga yang sebelumnya di semen secara swadaya, juga mengalami kerusakan saat boks drainase akan dipasang.

“Setelah saluran drainase terpasang, jalan yang rusak juga tidak dirapikan lagi. Dibiarkan hancur begitu saja. Maka dari itu, dalam waktu dekat warga dan pengurus RT akan membuat laporan ke kelurahan dan kecamatan setempat serta ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” sambung Gustaf.

Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari pihak CV Argha Cahaya Indonesia selaku pelaksana pekerjaan.

Dinas PUPR selaku pemberi pekerjaan juga belum bisa dimintai konfirmasi terkait keluhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pekerjaan saluran drainase tersebut. (red)