Tiga tersanga pelaku bisnis prostitusi online yang berhasil diamankan Kepolisian Resort Kota Depok

Margonda, suaradepok.com – Tiga orang tersangka pelaku bisnis prostitusi di Apartemen Depok, yakni TM, R, IS yang telah diamankan oleh jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok dan Polsek Beji terancam di jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

Ketiga tersangka diduga telah melakukan (terlibat) perdagangan anak di bawah umur dan menjadikannya sebagai ajang bisnis prostitusi.

Baca Juga : Lagi, Polisi Bongkar Esek-esek di Apartemen Depok

TM, salah seorang tersangka yang sudah diamankan polisi mengaku bahwa dirinya merekrut PSK di bawah umur melalui perkenalan di jejaring sosial, Facebook.

“Dari Facebook awalnya, terus dia (PSK) minta cari pelanggan,” aku TM.

Lebih jauh TM memaparkan, untuk promosi, Ia menggunakan aplikasi Bee Talk. Di aplikasi itu TM memajang foto-foto perempuan yang ia tawarkan agar dapat menarik minat para pria hidung belang.

Baca Juga : Bisnis Esek-esek di Apartemen Depok Pakai Fasilitas Jejaring Sosial

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Rabu (15/8/2018) lalu, Polresta Depok telah berhasil membongkar praktik prostitusi online di Apartemen Margonda Residence 2, Pondok Cina, Kota Depok. Polisi mencokok enam orang tersangka dari tempat tersebut.

Empat tersangka merupakan perempuan yang diduga menjajakan diri melalui aplikasi WeChat. Sedangkan dua tersangka pria masing-masing berperan mengelola akun prostitusi online dan mencari pelanggan.

Sebagai informasi, di kawasan Margonda Depok terdapat beberapa bangunan apartemen yang menjulang tinggi. Dua Apartemen berada di kelurahan Pondok Cina, yakni Apartemen Margonda Residence 1 dan 2. Sementara di Kelurahan Kemirimuka terdapat Apartemen Margonda Residence 3, 4 dan 5. (fer)