Boulevard, suaradepok.com – Puluhan mobil dan motor bekas yang berasal dari barang sitaan kasus KSP Pendawa menghiasi halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Jawa Barat.

Sedikitnya, 10 mobil Pajero Sport terlihat tidak terawat dan berdebu. Ban mobil jenis Alphard, Innova, dan Jazz juga banyak yang kempes dan dibiarkan rusak.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kejari Depok, ada sekitar 70 mobil dan 50 motor bekas yang terparkir di Korps Adhyaksa itu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Kosasih mengungkapkan, puluhan mobil dan motor bekas itu merupakan barang bukti rampasan dari sejumlah pemimpin bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Grup Salman Nuryanto alias Dumeri.

Salman Nuryanto sendiri telah divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok.

“Ada juga dari perkara perjalanan umroh murah First Travel (FT) milik Andika Surachman beserta sang istri, Annisa Hasibuan”, papar Kosasih.

Atas perkara itu, lanjutnya, majelis hakim PN Depok menjatuhi hukuman selama 20 tahun penjara terhadap Andika Surachman dan 18 tahun penjara bagi Annisa Hasibuan.

Maka dari itu, masih kata Kosasih, barang bukti mobil dan motor tersebut diparkirkan di kantor Kejari Depok. Selain itu, ada sejumlah barang bukti KSP Pandawa yang diajukan gugatan perdata oleh leashing ke pengadilan.

“Karena barang-barang tersebut merupakan barang sitaan, tentunya berada di garasi Kejaksaan,” kata Kosasih di ruang kerjanya, Senin (23/9/19).

Kosasih menjelaskan, adanya puluhan kendaraan sitaan tersebut membuat jajarannya terpaksa parkir kendaraan mereka di luar kantornya.

“Mobil jaksa dan tamu terpaksa parkir di pinggir jalan karena halaman terpakai untuk mobil-mobil dan motor sitaan,” pungkasnya. (ter, ki)