Wow, di Depok Bikin SIM A Rp 800 ribu dan SIM C Rp 400 ribu

Foto : Ilustrasi

Sukmajaya, suaradepok.com – Sejumlah masyarakat menilai bahwa Polresta Depok tidak serius memberantas praktik percaloan di Satpas Pelayanan SIM yang berada di kawasan Pasar Segar, Sukmajaya Depok.

Pasalnya, untuk memberikan efek jera kepada para calo, seharusnya Polresta Depok memberikan sanksi yang lebih berat. Jangan hanya memberikan pengarahan saja karena hal itu tidak akan mempan di telinga mereka.

“Kalau cuma diberi arahan, oknum-oknum yang berprofesi sebagai calo itu mana bisa mempan ? Polres Depok seharusnya memberikan sanksi yang lebih berat supaya mereka jera. Selain dengan gaya memaksa, biaya yang dipatok oleh para calo itu juga sangat mencekik. Masa bikin SIM A biayanya Rp 800 ribu, sementara SIM C biayanya diminta Rp 400 ribu ? Ini jelas-jelas merugikan masyarakat”, ujar Yuli, warga Cilodong yang pernah menjadi “korban” para calo di Pasar Segar Depok, Minggu (22/7/2018).

Lebih jauh dikatakan Yuli, para calo yang biasa bergentayangan di kawasan Pasar Segar Depok nampaknya mendapat fasilitas dan kemudahan dari petugas Satpas Pelayanan itu sendiri.

“Buktinya, oknum-oknum yang mengaku dari organisasi tertentu maupun yang mengatasnamakan wartawan masih tetap bebas berkeliaran disana. Ini kan tidak adil. Kalau mau steril, ya bersihkan semua dong. Jangan pilih kasih”, pungkas Yuli.

Terpisah, Dedi warga Depok II Timur juga mengaku bahwa pernah menjadi korban aksi para calo di Pasar Segar. Menurutnya, untuk membuat SIMC, ia dan beberapa orang rekannya di patok harga pembuatan sebesar Rp 400 ribu.

“Memang tidak pakai ribet tes segala sih. Tapi biayanya jadi tiga kali lipat dari harga resminya”, ungkap Dedi.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima orang calo ditangkap jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok saat sedang beraksi di lokasi pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di kawasan Pasar Segar, Jalan Sersan Aning, Sukmajaya, Depok, Sabtu (21/7/2018).

Baca Juga : Satpas Pelayanan SIM Pasar Segar Depok “Sarang” Calo

Kasatlantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan bahwa razia itu dilakukan karena banyak masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan para calo yang berkeliaran di lingkungan Satpas pembuatan SIM di Pasar Segar.

Dari pantauan wartawan, lima orang calo itu tertangkap saat sedang mempengaruhi warga yang akan membuat SIM. Mereka (Para calo, red) menakut-nakuti warga dengan mengatakan bahwa pembuatan SIM (saat ini) susah. Padahal menurut Kompol Sutomo, pembuatan SIM sudah sangat mudah dan cepat, bahkan dapat dilakukan secara online.