Sebagai informasi, Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto kesandung kasus penyelewengan dana pengadaan tanah Jalan Nangka Depok, Jawa Barat tahun anggaran 2015.

Keduanya, ditetapkan menjadi tersangka setelah adanya audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) yang mengungkapkan adanya kerugian negara sebesar Rp 10 miliar lebih.

Saat itu, Nur Mahmudi membuat surat kepada pengembang yang sedang membangun Apartemen di kawasan tersebut untuk membayar dana pelebaran Jalan Raya Bogor dan Jalan Nangka.