9 Tahun Dikeluhkan, Pabrik di Mekarsari Ini Tetap Bebas Beroperasi

Salahgunakan Ijin dan Diduga Cemari Lingkungan

Pabrik makanan olahan siap saji milik CV Selera Prima Food (SPF) kembali di soal.

Cimanggis, suaradepok.com Kabarnya, hingga kini pabrik yang berada di lingkungan pemukiman warga di RT 009 RW 012 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis Depok itu masih membuang limbah hasil produksinya ke sungai.

Akibatnya, saat cuaca panas terik atau saat turun hujan, limbah yang dibuang melalui saluran air (sungai) itu menimbulkan aroma busuk yang sangat menyengat.

IN (40), warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik juga mengungkapkan bahwa limbah sisa hasil olahan pabrik CV Selera Prima Food diduga telah mencemari air Situ Tipar.

Informasi dari warga, limbah produksi dari Pabrik milik Hengki yang dibuang ke sungai Kali Baru

Menurut IN, aliran air yang tercemar itu berwarna hijau pekat dan baunya amis serta ada semacam lemak-lemak minyaknya.

Baca Juga : Pabrik Makanan Olahan Diduga Cemari Sungai

“Kalau turun hujan, airnya bau amis dan kalau sampai masuk ke dalam rumah, baunya susah hilang” ujar IN.

IN mengatakan, pabrik makanan olahan siap saji yang berada di lingkungan pemukiman warga itu sudah beroperasi sejak tahun 2010 silam.

Sebelumnya, ijin usaha tempat itu adalah home industri. Namun beberapa tahun belakangan ini, pemilik tempat melakukan pembangunan dan karyawan yang bekerja pun jumlahnya mencapai ratusan.

Suasana pengepakan hasil produksi di dalam pabrik

Baca Juga : Legalitas Usahanya Disoal, Bos Pabrik di Mekarsari Sebut Nama Wartawan

IN berharap Pemerintah Kota Depok melalui dinas terkait tidak tutup mata terkait permasalahan ini.

IN juga meminta agar pabrik bandel yang sering dikeluhkan masyarakat itu dapat segera ditutup karena jika dibiarkan dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Cerobong asap pabrik yang terlihat dari kejauhan berada di kawasan padat penduduk

“ya jelas khawatirlah karena mengganggu pernafasan. Mudah-mudahan cepat ditindak lanjuti deh. Warga berharap pabrik itu ditutup”, pungkas IN yang diamini beberapa warga lainnya.

Baca Juga : Pabrik Makanan Olahan Siap Saji Disidak, Ini Hasilnya

Terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)Kota Depok Muhammad Isa membenarkan ihwal keluhan yang disampaikan oleh warga Kelurahan Mekarsari itu.

Otak-otak Ikan dan Baso Sapi hasil makanan olahan dari Pabrik di Perumahan Mekarsari, Depok

Menurut Isa, ada sejumlah pelanggaran fatal yang dilakukan pengelola CV SPF yang sudah tidak bisa ditolerir.

“Selain dikeluhkan warga karena membuang limbah ke sungai, pabrik itu juga telah mencemari air di Situ Tipar”, ungkap Isa.

Baca Juga : Bos Pabrik di Mekarsari Mangkir dari Panggilan

Hengki, orang tua dari pemilik pabrik makanan olahan siap saji di Mekarsari

Isa juga mengatakan bahwa pabrik makanan olahan milik CV SPF itu tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang cukup untuk menampung limbah yang dihasilkan setiap harinya.

“Akibatnya, limbah cair yang tidak tertampung, dibuang ke saluran air di sekitar lokasi pabrik. Dari temuan kami, limbah yang dibuang ke saluran air itu masih melebihi baku mutu sehingga menimbulkan aroma busuk yang menyengat”, beber Isa.

Meski belum mengantongi ijin, Pabrik milik Adi Kuswadi Wijaya itu nekat melakukan pembangunan di lokasi pabrik

Temuan lain yang didapat, lanjut Isa, pabrik makanan olahan itu belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). CV SPF juga sudah menyalahgunakan fungsi bangunan sebagaimana mestinya.

Baca Juga : Besok Satpol PP Klarifikasi Ijin Bangunan Pabrik di Mekarsari

“Awalnya, pemilik usaha mengajukan permohonan ijin tempat untuk dijadikan sebagai  gudang. Tetapi sekarang tempat itu justru dipakai sebagai pabrik yang memproduksi langsung bahan makanan olahan siap saji dan sebagai tempat operasional”, pungkas Isa.

Lurah Mekarsari, Iqbal Faroid juga membenarkan terkait keluhan dari warga di wilayahnya.

Menurut Iqbal, ada tiga RW yang terimbas oleh limbah pabrik itu. Tidak hanya warga, limbah tersebut juga mengenai Situ Tipar yang tidak jauh dari lokasi pabrik.

Baca Juga : Gara-gara Ini, Pabrik Makanan Siap Saji di Mekarsari “Dibidik”

“Warga merasa resah karena khawatir lambat laun air tanah akan tercemar dan berdampak terhadap kesehatan warga. Selain itu, pabrik CV SPF juga tidak mempunyai saluran pembuangan sendiri sehingga menumpang saluran air warga untuk membuang limbah hasil produksinya,” ujar Iqbal.

Adi Kuswadi Wijaya, Pemilik pabrik

Menanggapi permasalahan diatas, bos pabrik Selera Prima Food, Adi Wijaya membantah bahwa pabriknya itu menimbulkan bau menyengat dan mencemari saluran air warga.

Menurut Adi, sebelum limbah cair hasil produksinya dibuang, sudah melalui proses pengelolaan di Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) miliknya.

Adi juga mengatakan bahwa pabrik makanan olahan miliknya itu dilengkapi dengan water treatment yang sudah sesuai dengan ambang batas yang dikeluarkan oleh DPHK.

Hengki (kiri), perwakilan yang juga orang tua dari pemilik pabrik makanan olahan siap saji di Mekarsari saat didatangi petugas Satpol PP dan Kepolisian

Saat ditanya ijin bangunannya, Adi tak bisa mengelak. Adi mengaku bahwa hingga kini, pabrik miliknya itu belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Ya, untuk IMB dan Amdal memang belum ada. Kami masih mengurusnya”, aku Adi.

Baca Juga : Kasus Pabrik SPF “Dicincai”, Warga Mekarsari Segera Demo Balaikota

Menjawab pernyataan bos CV SPF, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mochtar yang dikonfirmasi suaradepok.com menegaskan bahwa hingga Selasa (14/5/2019), tidak pengajuan Perijinan dari perusahaan CV Selera Prima Food.

Lokasi pabrik yang tidak memasang plang nama perusahaan

Ditegaskan Yulis (sapaan akrab Yulistiani Mochtar), tempat usaha itu sempat mempunyai ijin pada tahun 2011. Namun ijin yang dikantongi adalah sebagai home industri.

“Gak ada pengajuan dari perusahaan itu. Ijinnya sudah ada tahun 2011, tapi hanya home industri”, ungkap Yulis melalui pesan singkat WhatsApp.

Terpisah, Kasat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany menegaskan bahwa pihaknya sudah menerima informasi terkait permasalahan limbah pabrik CV SPF tersebut.

Menurutnya, permasalahan limbah pabrik yang diduga mencemari sungai dan Situ Tipar itu sudah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

“Iya, sudah. Itu sudah ditangani DLHK. Limbahnya sudah ditutup dan sudah direkomendasikan untuk tidak diberikan ijin”, tegas Lienda melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (21/5/2019).