Buronan Kasus PDAM Ende Ditangkap di Depok

oleh
Samuel Matutina, buronan kasus korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kelimutu Kabupaten Ende (Kaos Putih ke dua dari Kanan) saat diamankan Tim Kejari Depok dan Kejari Ende, Senin (19/2/2018) malam. (Foto : Ist.)

Cinere, suaradepok.com – Samuel Matutina, buronan kasus korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kelimutu Kabupaten Ende akhirnya ditangkap di Kota Depok.

Direktur Utama (Dirut) PT Srikandi Mahardika Utama itu diamankan Tim Kejaksaaan Negeri (Kejari) Depok bersama Kejari Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat berada di kediamannya di kawasan Cinere Kota Depok, Senin (19/2/2018) malam.

Link Banner

Penangkapan terhadap terpidana Samuel Matutina itu berdasarkan Sprin Kajari Ende No. prin -03/P.3.14/Fu.1/02/2018 tanggal 19 Februari 2018 yaitu melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI No. 44/K/Pidsus/2015 tanggal 11 Januari 2018 yang telah memutuskan dan menyatakan Samuel Matutina selaku Dirut PT Srikandi Mahardika Utama dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan pompa distribusi air tahun anggaran 2004 di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kelimutu Kabupaten Ende yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 186.451.811.

Menurut keterangan Kasi Intel Kejari Ende, Abdon Calfari didampingi Kasipidsus Kajari Depok Daniel de Rozari dan Jaksa Pidsus Kajari Depok, Tohom Hasiholan pada Jumat (23/2/2018), terpidana Samuel Matutina dinyatakan bersalah melanggar pasal 2 ayat 1 uu no 31/1999 Jo. Uu no 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Abdon Calfari juga mengungkapkan bahwa Mahkamah Agung di tingkat kasasi menghukum terpidana Samuel dengan pidana empat tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider pidana kurungan enam bulan serta terpidana diharuskan membayar uang penganti sebesar Rp 186.451.811 subsider 1 tahun penjara.

Dalam sidang di tingkat pertama oleh Jaksa Penuntut Umum, terpidana Samuel Matutina dituntut hukuman 6 tahun 6 bulan penjara namun diputus oleh Majelis Hakim dalam Sidang di Pengadilan Tipikor PN Kupang hanya dihukum 2 tahun kurungan penjara yang dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Kupang di tingkat banding.

Sementara di tingkat kasasi Mahkamah Agung, lanjut Abdon, Majelis Hakim yang diketuai Artidjo Alkostar memvonis terpidana Samuel Matutina menjadi empat tahun kurungan penjara.

Saat ini, terpidana (Samuel Matutina, red) masih dalam penitipan di Kejari Depok sebelum dikembalikan ke Kajari Ende. (Fer)

Bagikan
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •