4 Pabrik Diduga Buang Limbah ke Situ Rawa Kalong

Cimanggis, suaradepok.com – Kondisi Situ Rawa Kalong yang berada di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat sangat memprihatinkan. Pasalnya, pencemaran limbah hasil produksi pabrik dan limbah dari masyarakat yang tinggal di sekitar situ, hingga kini tak dapat diatasi oleh Pemerintah Kota Depok.

Kondisi air Situ Rawa Kalong

“Pencemarannya sudah luar biasa. Kalau mau dipersentasekan, mungkin pencemaran di situ Rawa Kalong sudah mencapai 100 persen. Setiap pagi airnya berwarna biru, hijau, coklat dan putih. Lalu ada minyak minyak yang menggenang di atas air situ,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Rawa Kalong, Muhammad Nurdin saat di konfirmasi suaradepok.com (JBKD Grup), Jumat (19/10/2018).

Kondisi air Situ Rawa Kalong yang berminyak

Menurut Nurdin, beberapa waktu lalu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok pernah mengutus PT Agung Mutu Lestari untuk melakukan uji laboratorium terkait kondisi air situ Rawa Kalong.

Hasilnya (uji laboratorium), pencemaran terhadap air situ Rawa Kalong sudah masuk kedalam kategori pencemaran berat.

Kondisi air Situ Rawa Kalong yang tercemar

Nurdin mengungkapkan, setidaknya ada empat perusahaan yang disinyalir menjadi penyebab air situ Rawa Kalong tercemar, karena limbah dari ke empat perusahaan tersebut mengalir langsung ke dalam Situ Rawa Kalong.

Adapun perusahaan yang disinyalir melakukan pencemaran di setu  Rawa kalong tersebut, antara lain, PT Artolite yang memproduksi Kap Lampu, PT Triple Ace yang memproduksi kosmetik, PT PSI yang memproduksi spon busa untuk jok mobil dan motor serta PT Tang Mas yang memproduksi minuman teh kemasan.

Selain dari ke empat perusahaan tersebut, limbah di situ Rawa Kalong juga disebabkan oleh banyaknya keramba ikan yang dibuat oleh masyarakat sekitar situ.

Keramba ikan yang dibuat warga di Situ Rawa Kalong

“Masyarakat setempat juga turut mencemari situ dengan membuat keramba ikan. Mereka memberi makan ikan dari makanan olahan rumah tangga yang juga tak lepas dari minyak”, ujar Nurdin.

Uji Laboratorium

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok juga pernah melakukan pengujian air dan pengambilan sample ikan di situ Rawa Kalong.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok saat melakukan pengujian air dan pengambilan sample ikan di situ Rawa Kalong

Hasilnya, ikan yang berasal dari Situ Rawa Kalong dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi karena telah tercemar limbah pabrik.

Selain itu, air situ Rawa Kalong juga tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang berada disekitar lokasi situ.

Walikota Depok Mohammad Idris juga membenarkan adanya pencemaran yang terjadi di situ Rawa Kalong. Namun, Idris mengatakan bahwa Pemerintah Kota Depok terkendala dengan aturan pemberian sanksi karena belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur secara spesifik terkait hal ini.

Komisi C DPRD Kota Depok, Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok serta perwakilan Satpol PP Kota Depok melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait pencemaran Situ Rawa Kalong. Kegiatan Sidak tersebut dihadiri juga oleh perwakilan dari salah satu perusahaan yang disinyalir melakukan pencemaran di Situ Rawa Kalong

“Nantinya, implementasi sanksinya bagaimana ? Karena ada sanksi yang sampai menutup perusahaan. Ini tentunya tidak mudah dan butuh kerja sama. Namun demikian, bukan berarti mengendurkan semangat kami untuk mengingatkan mereka agar tidak membuang limbah ke Situ Rawa Kalong lagi,” ujar Idris.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Depok, Mazhab HM menengaskan bahwa setelah melakukan sidak ke lokasi Situ Rawa Kalong, pihaknya langsung membuat rekomendasi ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok untuk melakukan penutupan saluran pembuangan limbah dari ke empat pabrik yang dimaksud.

“Tujuan penutupan saluran pembuangan limbah tersebut untuk mengetahui apakah pencemaran air situ Rawa Kalong berasal dari limbah pabrik atau bukan”, ujar Mazhab.

Jika saat ini masih terjadi pencemaran, lanjut Mazhab, maka kami akan segera memanggil Dinas terkait yang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

“Kami akan menanyakan kepastian soal rekomendasi yang telah kami layangkan saat itu. Apakah rekom kami dijalankan atau tidak. Rencananya Jumat depan kami akan panggil pihak Dinas”, pungkas Mazhab.

(M. Ferry Sinaga)

Recent Posts

Liburan Seru ke Waterboom Lippo Cikarang, Waterboom Bernuansa Bali yang Bikin Betah

Waterboom Lippo Cikarang merupakan destinasi wisata keluarga favorit di kawasan Bekasi. Wahana permainan air beragam dengan harga tiket terjangkau menjadi alasan…

4 minggu ago

PDAM Kota Depok Kasih Diskon 50% untuk Pemasangan Baru

Sukmajaya, suaradepok.com - PDAM Tirta Asasta Kota Depok kembali memberikan diskon 50 persen kepada masyarakat Kota Depok yang ingin menjadi…

1 bulan ago

Kota Depok Siap Cetak e-KTP secara Massal, Ini Jadwalnya

BALAIKOTA, SUARADEPOK.com - Kabar gembira bagi masyarakat Kota Depok yang hingga saat ini belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik…

3 bulan ago

Soal Kasus Korupsi Jalan Nangka, Nama Kadis PUPR Depok Disebut-sebut

MARGONDA, SUARADEPOK.com - Nama Kepala Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto Djorghi mulai disebut-sebut dalam pengungkapan kasus…

3 bulan ago

Kumpulan Restoran Legendaris di Jakarta

Tempat makan di Jakarta tentunya sangat banyak, mulai dari makanan lokal hingga makanan internasional. Harga yang dipatok juga beragam dimana…

4 bulan ago

Pemprov Jabar Siapkan Rp 30 Miliar untuk Revitalisasi Situ Rawa Kalong, Ini Bocorannya

Cimanggis, suaradepok.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan segera mewujudkan rencana revitalisasi Setu Rawa Kalong Depok tahun 2019…

4 bulan ago