Balaikota, suaradepok.com – Pemerintah Kota Depok menghimbau kepada seluruh pegurus dan jemaat gereja se-Kota Depok untuk tidak melakukan kerumunan saat merayakan Natal dan Tahun Baru 2020.

Himbauan tersebut dituangkan di dalam Surat Edaran Walikota Depok No : 443/604-Huk/Satgas tertanggal 17 Desember 2020.

Isi dari Surat Edaran itu mencakup empat poin yang harus dilaksanakan oleh para pengurus dan jemaat gereja.

Pertama, Penyelenggaraan Ibadah Natal dan Perayaan Natal dan Tahun Baru beserta kegiatan yang menyertainya dilaksanakan secara virtual atau daring, dimana jemaat mengikuti ibadah di rumah bersama keluarga inti.

Kedua, Panitia atau penyelenggara ibadah Natal di gereja atau di tempat-tempat lainnya, dibatasi maksimal 20 orang berada di lokasi kegiatan.

Ketiga, dalam penyelenggaraan ibadah natal secara virtual, panitia atau penyelenggara kegiatan bisa meminta pendampingan dari aparat setempat (Camat, Kapolsek, Danramil, Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa).

Keempat, Pelaksanaan dalam kunjungan perayaan natal, hanya dilakukan oleh keluarga inti dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Surat Edaran tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan masih tingginya tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Depok dan berdasarkan hasil rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok. (mel)