Depok, suaradepok.com – Layanan internet gratis yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk masyarakat bukan merupakan program dari pasangan calon Walikota – Wakil Walikota Depok nomor urut 2, Idris – Imam.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono saat menanggapi kegaduhan masyarakat di jejaring sosial Facebook.

Dijelaskan Sidik, pemasangan titik hotspot (wifi) gratis untuk masyarakat itu merupakan program yang dilakukan oleh pemerintah kota/kabupaten se-Indonesia.

“Tujuan program itu adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses suatu informasi”, jelas Sidik.

Dilansir suaradepok.com dari Republika, Diskominfo Kota Depok memiliki program pemasangan wifi gratis di 917 Rukun Warga (RW).

Menurut Sidik, tidak semua RW di Kota Depok memerlukan jaringan wifi gratis karena ada yang wilayahnya dirasa mampu.

“Tidak semua RW di Kota Depok mengajukan wifi gratis. Memang ada wilayah yang dirasa mampu, ada juga warganya yang prasejahtera,” ungkap Sidik.

Lebih jauh Sidik menjelaskan bahwa wifi PJJ ini berbeda dengan wifi yang sudah terpasang di kantor kelurahan.

Program ini dikhususkan bagi siswa yang terkendala layanan internet saat melakukan pembelajaran secara virtual atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Wifi yang sudah terpasang di kelurahan tetap kita optimalkan. Bedanya, wifi PJJ akan dipasang di lokasi yang cukup ideal. Misalnya di balai warga, rumah ibadah, rumah pak RW dan tentunya mendapat persetujuan dari pengelola setempat,” ujarnya.

Satu titik wifi, lanjut Sidik, memiliki bandwidth 30 Mbps dan bisa digunakan 20-30 pengguna (user).

“Usulan wifi gratis itu telah disampaikan sejak awal pandemi Covid-19, yakni untuk merespon kebutuhan internet masyarakat, terutama untuk siswa siswi yang mengikuti pembelajaran sekolah dari rumah melalui daring. Jadi hal ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada.
Selain itu, program wifi gratis tersebut juga merupakan salah satu bentuk layanan Diskominfo dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat sesuai misi pertama Kota Depok”, pungkas Sidik menjelaskan.

Terpisah, Ketua LSM Gerakan Lokomotif Pembangunan (Gelombang) Depok, Cahyo Putranto Budiman menyesalkan pihak-pihak yang mengklaim bahwa program wifi gratis untuk masyarakat yang telah dilaksanakan Pemkot Depok merupakan gagasan (program) dari salah satu pasangan calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Depok nomor urut 2.

Menurut Cahyo, pemasangan Wifi Gratis yang dicanangkan Diskominfo Kota Depok itu adalah untuk keperluan Pembelajaran Jarak Jauh bagi para pelajar di Kota Depok.

Namun kenyataan dilapangan, banyak warga yang “tertipu” karena menganggap pemasangan Wifi Gratis tersebut dilakukan oleh pasangan calon walikota/wakil walikota yang salah satu programnya juga menjanjikan hal dimaksud (wifi gratis).

Untuk itu Cahyo meminta kepada kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono beserta jajarannya termasuk Dinas Pendidikan, Lurah dan Camat dapat menjelaskan hal itu kepada warga bahwa pemasangan wifi gratis yang sudah berjalan itu bukanlah program dari Pasangan calon Walikota/Wakil Walikota.

“Hal itu wajib dilakukan agar program kegiatan yang murni dibiayai atau menggunakan uang rakyat melalui APBD Kota Depok tidak terseret kepada kepentingan politik Pilkada Depok tahun 2020”, tegas Cahyo mengingatkan.

Sementara itu, Sekjen DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravany Hilman meminta kepada pihak-pihak yang tidak paham terkait permasalahan program wifi gratis Pemkot Depok, jangan asal komentar.

Ketua Fraksi PDI P di DPRD Kota Depok itu juga mempersilakan kepada pihak-pihak yang merasa keberatan untuk melakukan kroscek notulen rapat dewan, terutama di badan anggaran DPRD Kota Depok.

“Supaya masyarakat Kota Depok tahu bahwa kami juga berupaya untuk mensukseskan program penyediaan Wifi gratis bagi masyarakat Kota Depok. Upaya tersebut tidak mudah. Kalau tidak salah, untuk meng-gol-kan program wifi gratis itu bisa sampai dua atau tiga kali rapat, baru disetujui terkait penganggarannya. Jadi jangan asal klaim bahwa itu merupakan program paslon 02”, pungkas Ikra.

(Penulis : M. Ferry Sinaga)