Kantor PDAM Tirta Asasta di Jalan Legong Raya No. 1 Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok

Sukmajaya, suaradepok.com – Seleksi pemilihan calon direktur utama (Dirut) PDAM Tirta Asasta Kota Depok periode 2020-2025 mulai memanas.

Berbagai tanggapan pro dan kontra mulai muncul dengan kembali majunya mantan Dirut PDAM Tirta Asasta periode 2015-2020, M. Olik Abdul Holik.

Ada yang berpendapat bahwa selama kepemimpinan M. Olik (2015-2020), PDAM Tirta Asasta maju dengan pesat, tetapi tak sedikit pula yang mengatakan bahwa gaya kepemimpinannya sering dianggap sewenang-wenang dan kerap dikeluhkan oleh jajaran direksi di PDAM.

Bahkan berdasarkan informasi yang di dapat tim Jaringan Berita Kota Depok (JBKD Grup), menyebutkan bahwa selama lima tahun menjabat sebagai Dirut PDAM, M. Olik dinilai gagal dalam menjalankan tugas dan memenuhi target RPJMD sebagaimana yang telah ditargetkan.

Baca berita sebelumnya : Dinilai Gagal, Olik Tetap Maju jadi Calon Dirut PDAM Tirta Asasta

Tanggapan pro yang mendukung majunya M. Olik di ajang pemilihan calon Dirut PDAM periode 2020-2025 datang dari Ketua Umum LSM Kapok, Kasno.

Kasno, Ketum LSM Kapok

Menurut Kasno, semenjak dipimpin oleh M. Olik Abdul Holik, PDAM Tirta Asasta Kota Depok banyak mengalami kemajuan.

Jaringan sambungan langsung (SL) ke masyarakat juga sudah banyak tersebar di penjuru Kota Depok.

“Bahkan pada Jumat 7 Desember 2018 lalu, PDAM pernah meraih penghargaan terbaik 2018 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta. Penghargaan tersebut diterima atas keberhasilan PDAM Depok dengan kinerja terbaik kategori 50.001 – 100.000 pelanggan, ditambah lagi saat ini PDAM Tirta Asasta sedang membangun kantor baru tiga lantai senilai Rp 35,9 Milyar”, ujar Kasno melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (7/5/2020).

Kasno juga menyesalkan pihak-pihak yang kontra dan terkesan memojokkan posisi M. Olik menjelang proses seleksi pemilihan calon Dirut PDAM Tirta Asasta periode 2020-2025.

“Jika ada orang yang mengatakan selama PDAM Tirta Asasta Kota Depok dimpin oleh M. Olik Abdul Holik gagal, seharusnya orang tersebut bisa menjelaskan dengan rincian dan data-data yang mendukung. Jangan hanya omdo”, lanjut Kasno mengingatkan.

Selain memberikan dukungan kepada M. Olik, Kasno juga mengungkapkan adanya dugaan intervensi yang di duga dilakukan oleh oknum Dewan Pengawas dan oknum ASN.

Menurut Kasno, dugaan intervensi itu dimaksudkan untuk mengganjal M. Olik yang akan  kembali maju menjadi calon Dirut PDAM Tirta Asasta periode 2020-2025.

“Kami punya bukti adanya oknum ASN Kota Depok yang diduga turut campur melakukan Intervensi terhadap salah satu Pansel dari Kemendagri bagian Subdit BUMD Air Minum dengan cara mengirimkan pesan WA, dan hal tersebut terjadi patut diduga ada campur tangan oknum Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Asasta Kota Depok”, beber Kasno.

Menurut Kasno, oknum-oknum yang di duga melakukan dugaan tindak intervensi tersebut, antara lain S (Oknum ASN), H (Oknum Dewan Pengawas PDAM Tirta Asasta) dan R (Oknum Panitia Seleksi/Pansel) yang mendapat dugaan intervensi dari S dan H.

Muniri, Sekjend Aktivis Depok (SAD)

Dihubungi terpisah, Muniri selaku Sekjend Sekber Aktivis Depok (SAD) menilai bahwa perlu adanya penyegaran di jajaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok.

Muniri mengingatkan, jangan sampai ada kesan yang mengatakan bahwa PDAM merupakan “lahan basah” yang menjadi “sumber Bancakan” dari dinasti golongan tertentu.

“Yang pasti, PDAM perlu peremajaan dan sentuhan tenaga baru agar progresivitas dan kemajuan dalam pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Depok menjadi lebih baik lagi ke depannya”, pungkas Muniri berharap.

(Penulis : M. Ferry Sinaga)