SuaraDepok.Com – Green Initiative Award 2020 digelar di Jakarta, Kamis (16/1/2020) di Jakarta. Acara ini digelar oleh Gerakan Plastik Akal Sehat untuk Indonesia (Pasti) agar masyarakat Indonesia sadar untuk menggunakan plastik dengan benar.

“Penggunaan plastik dengan benar harus dilakikan sehingga tidak membebani planet kita, dan untuk kebaikan masa depan kita,” kata Fafa Veriati, inisiator Gerakan Pasti.

Gerakan Pasti, lanjut dia, berangkat dari banyaknya drama tentang masalah plastik yang terjadi belakangan ini. Baik masalah plastik di laut dan darat. Masalah tersebut merupakan dampak penggunaan plastik yang tidak bijak.

“Satu hal yang tidak bisa kota pungkiri, mustahil kita ‘say no to plastic’ tapi kita gak tahu ‘say yes’ ke apa,” lanjutnya.

Di sisi lain, hampir semua perlengkapan dan peralatan kita bersinggungan dengan plastik. Dan mayoritas merupakan plastik dan produk turunannya.

“Misal tas belanja, tempat sampah, pembungkus kopi instan, pembungkus makanan dan lain-lain. Semua akrab dengan kehidupan kita. Kalau kita mau ganti plastik, terus apa yang mesti kita pakai,” Fafa menambahkan.

Soal solusi, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dikedepankan. Misal soal bahan nabati seperti daun pisang. Namun tetap saja menemui kendala dalam pelaksanaannya.

“Kalau bicara solusi, semua ada baiknya. Tapi kalau kita bicara keseharian yang sudah dimudahkan plastik, kita memerlukan pengganti yang sepadan memudahkan kita, yang murah dan lain-lain,” jelas Fafa.

Kalau bahan nabati, materialnya itu ditanam dan diperlukan lahan yang luas untuk menanam. Ini berdampak pada harga yang tinggi. Sehingga daya beli masyarakat terdampak pula.

“Lalu dari segi higienitas, apa makanan yang disimpan dan dibungkus bahan nabati itu sehat dan lain-lain? Jadi harus holistik melihatnya,” Fafa menambahkan.

Plastik, tambah dia, bukan sesuatu yang harus dilenyapkan. Saat ini ada teknologi ‘oxo’ yang membuat plastik dapat terurai ke tempat pembuangan akhir dan dimakan mikroba. Teknologi ini membuat plastik konvensional menjadi inovatif dan ramah lingkungan.

“Kita harus sadar sampah dan bijak plastik. Kita mengapreasiasi hal-hal yang mengurangi penggunaan plastik. Dan kemudian ketika memang harus menggunakan plastik, maka harus bijak plastik. Pakai plastik yang SNI dan terurai,” tandasnya.