Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Balaikota, suaradepok.com Keluhan terkait lambatnya pencetakan e-KTP di Kota Depok kembali mencuat. Banyak masyarakat Kota Depok yang mengaku telah lama melakukan proses perekaman, namun hingga kini bentuk fisik kartu e-KTP nya tak kunjung jadi.

Parahnya lagi, ada warga yang sudah melakukan proses perekaman sejak Agustus 2017 lalu, namun hingga kini e-KTP miliknya tak kunjung dicetak.

“Saya sudah lebih dari 10 kali bolak-balik ke Kelurahan. Disana, operatornya memberikan alasan yang bermacam-macam. Saya juga sudah datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), tetapi malah disuruh ke kelurahan lagi. Padahal saya sudah ceritakan kronologinya, tetapi petugas di Disdukcapil terkesan tidak perduli dengan apa yang saya alami”, ujar salah seorang warga berkeluh kesah di jejaring sosial Facebook, Senin (15/10/2018).

Warga yang menggunakan akun Riri Marifah ini mengaku heran dengan lambatnya proses pembuatan e-KTP di Kota Depok.

Tak hanya itu. Riri juga sempat memiliki prasangka terkait adanya dugaan “permainan” yang dilakukan oleh oknum-oknum yang terlibat di dalam pencetakan e-KTP di Kota Depok.

“Coba bayangkan, saya rekam e-KTPĀ  dari Agustus 2017 sampai sekarang belum jadi juga, tetapi ada warga lain yang baru tiga bulan melakukan perekaman justru bisa cepat jadi. Kalau memang harus bayar, gak apa-apa. Tetapi kalau sudah bayar tetapi e-KTP nya belum jadi juga, lalu saya harus bagaimana ?”, keluh Riri.

Senada dengan itu, akun dengan nama Dwi Mamahnya Aura juga mengeluhkan terkait lambatnya pelayanan e-KTP di Kota Depok.

Dwi mengalami hal yang sama dengan Riri Marifah, dimana ia harus bolak-balik ke kelurahan untuk menanyakan proses pembuatan KTP-nya.

Namun lagi-lagi Dwi tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

“Anak saya juga dari tahun kemarin ngurus pembuatan KTP-nya tetapi sampai sekarang belum jadi. Saya sudah bolak-balik ke kelurahan bahkan sampai ke Disdukcapil. Di Dinas Kependudukan, saya disuruh rekam ulang ke kelurahan. Tetapi saat sampai di kelurahan, petugasnya bilang tidak perlu rekam ulang lagi. Saya disuruh nunggu sampai jadi, tetapi sampai sekarang ga ada bentuk fisik KTP yang dimaksud”, pungkas Dwi kecewa.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya juga terkesan enggan memberikan jawaban terkait keluhan yang dialami masyarakat.

Munir justru mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasikan permasalahan yang terjadi ke operator di masing-masing kelurahan.

“Ke operator kelurahan masing masing”, jawab Munir melalui pesan singkat.

(S1/fer)