Cilodong, suaradepok.com – SMP Negeri 6 Kota Depok yang berlokasi di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong Depok disinyalir banyak menerima siswa titipan dari jalur tidak resmi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun Ajaran 2020/2021.

Bahkan, berdasarkan informasi yang didapat tim suaradepok.com (JBKD Grup), diketahui bahwa daftar tunggu siswa yang ingin masuk ke SMPN 6  (Melalui jalur belakang, red), jumlahnya mencapai ratusan siswa.

Tak hanya itu, berdasarkan informasi dari salah seorang panitia PPDB SMPN 6 bernama Kukuh, penerimaan siswa “titipan” di sekolah itu didominasi oleh siswa-siswa yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.

“Saya cuma staf. Saya tidak berani menerima siswa titipan yang bukan rekomendasi dari Dinas (Pendidikan, red). Jadi nama-nama siswa titipan yang masuk ke kami (SMPN 6), harus mendapat rekomendasi Disdik, baru bisa diterima”, ujar Kukuh, Rabu (15/7/2020).

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Depok, Paeran tidak bisa dikonfirmasi terkait informasi diatas.

Beberapa hari belakangan, Kepala Sekolah juga diketahui tidak berada di Kantornya.

“Pak Kepsek tidak ada. Saya tidak tau kemana, yang jelas sudah 2 hari ini beliau tidak terlihat di sekolah”, ujar salah seorang guru di sekolah.

Baca juga : Akal-akalan PPDB SMP di Depok, Begini Modusnya

Informasi lain yang didapat tim suaradepok.com juga mengatakan bahwa daftar nama-nama siswa titipan itu ternyata sudah masuk ke Dinas Pendidikan Kota Depok jauh-jauh hari sebelum proses PPDB tahun ajaran 2020/2021 dimulai.

Nama-nama siswa titipan itu kemudian di distribusikan ke masing-masing sekolah Negeri yang ada di Kota Depok melalui kepala sekolah.

“Nama-nama siswa titipan yang melalui Disdik sudah masuk jauh-jauh hari. Kami menerima daftar nama-nama calon siswa itu untuk diakomodir”, ujar salah seorang panitia PPDB yang enggan disebutkan namanya.

Sumber yang diketahui sudah berpengalaman dalam menangani proses pelaksanaan PPDB itu juga mengaku tidak berani menerima siswa-siswa titipan, selain yang direkomendasikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M. Thamrin.

“Saya tidak berani. Yang jelas, kami hanya mengakomodir nama-nama siswa titipan yang dikirim oleh Dinas”, tegas sumber sembari menunjukkan 5 lembar kertas bertuliskan nama-nama siswa.

Komnas PA Soroti Disdik Depok

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengaku telah menerima laporan adanya transaksi jual-beli kursi di tingkat SMP dan SMA dalam PPDB Depok 2020.

Dikutip dari kompas.com, Arist bahkan tak ragu menyebutkan nama sejumlah sekolah negeri yang dilaporkan menawari orangtua murid untuk membeli kursi kosong di PPDB lalu.

“Di Depok terjadi (jual-beli kursi) dan ada 3-4 yang sudah dilaporkan (ke Komnas PA). Bahkan ada yang sampai mau meminjam uang ke saya nilainya Rp 5 juta,” kata Arist kepada wartawan pada Selasa (14/7/2020).

“Ini harus dikoreksi oleh pemimpin. Kok masih ada kursi kosong dan bisa bayar Rp 4-5 juta? Ini ada salah urus seleksi dan penerimaan,” ungkapnya.

Transaksi semacam ini semakin mempersulit kesempatan bagi para siswa mengakses pendidikan yang adil.

Arist berujar, hal ini ditemui dalam PPDB di Bodetabek. Sudah muncul masalah kependudukan dalam sistem zonasi yang dipakai di PPDB, praktik jual-beli kursi semakin menambah sengkarut.

“Akhirnya puluhan ribu anak kehilangan kesempatan belajar karena kuota sangat sedikit dan disinyalir ada kecurangan,” kata Arist.

“Sejak kemarin dinyatakan tutup penerimaan murid baru, masih ada sekolah negeri yang bisa mengakomodir jika calon siswanya punya uang. Itu keluhan masyarakat. Jual beli kursi antara Rp 4-5 juta, itu di sekolah negeri. Itu ada salah urus. Ini pelanggaran,” pungkas Arist.

Kompas.com masih berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin sejak Selasa sore.

Akan tetapi, nomor telepon yang bersangkutan belum bisa dihubungi hingga berita ini disusun.

Upaya konfirmasi akan terus dilakukan dan akan menjadi berita terpisah.

Sebagai informasi, pada Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2020/2021 ini, kuota jalur zonasi yang ditampung di SMPN 6 Depok (Sesuai data di website Siap PPDB), jumlahnya sebanyak 176 siswa.

(Penulis : Tim JBKD)