Malam penggalangan dana kemanusiaan yang dilakukan Relawan Kemanusiaan Kota Depok

Sukmajaya, suaradepok.com – Komunitas Relawan Kemanusiaan Kota Depok (Rekkad) berhasil menggalang dana kemanusiaan sebanyak Rp 22 juta rupiah untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Meski tanpa kehadiran Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, acara kemanusiaan yang baru pertama kalinya dilakukan oleh komunitas Rekkad tersebut terlihat dihadiri oleh ratusan tamu dan undangan.

Acara malam penggalangan dana itu dilaksanakan di kantor sekretariat Rekkad yang berlokasi di ruko Pasar Segar, Sukmajaya, Depok, Sabtu (13/10/2018).

“Secara keseluruhan, acara penggalangan dana berjalan dengan lancar dan sukses. Namun ada yang sedikit mengganjal terkait ketidakhadiran sosok pemimpin di Kota Depok di acara kemanusiaan yang kami laksanakan tersebut”, ujar Wakil Ketua Rekkad, Hendri JK, Sabtu (13/10/2018) malam.

Dikatakan Hendri, Wakil Walikota Depok sebenarnya sudah mengagendakan jadwal untuk hadir di acara malam penggalangan dana yang di gagas komunitas Rekkad.

“Namun pada hari H pelaksanaan kegiatan, orang nomor dua di Pemerintah Kota Depok itu ternyata tidak hadir tanpa adanya alasan dan pemberitahuan yang jelas. Hal ini yang sedikit membuat kami dan tamu undangan lain kecewa”, pungkas Hendrik.

Senada dengan itu, Ketua Komunitas Rekkad, Raymond Jeferson Louhenapessy menilai bahwa figur Wakil Walikota Depok minim sisi kemanusiaan.

‚ÄúTerus terang kami sangat kecewa. Kegiatan ini kan murni untuk kemanusiaan. Seharusnya sebagai salah satu pemimpin, Wakil Walikota Depok yang sudah menjadwalkan kehadirannya bisa memberikan dukungan dan motivasi. Tetapi kenyataannya justru sebaliknya”, keluh Raymond.

Sekali lagi kami tegaskan, lanjut Raymond, Komunitas Rekad ini bebas dari kepentingan politik. Kegiatan yang kami lakukan ini murni untuk kemanusiaan. (fer)