SUKMAJAYA, suaradepok.com – Pemilik lahan di Kampung Bojong Lio, RT 005, RW 20, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Rojak siap mempolisikan Lurah Abadijaya, Widiyanto dan Mantan Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem)  Yedi, yang kini menjabat Lurah Sukmajaya.

Hal itu dipicu oleh penolakan kedua pejabat itu untuk menunjukkan Leter C atas Girik miliknya. “Saya merasa hak saya dirampas oleh lurah dan kasipem, dengan tidak boleh saya melihat Leter C atas Girik yang saya punya,” ujar Rojak, Senin (13/09/2021).

Sudah hampir satu tahun setengah, lanjut dia, kedua pejabat itu selalu menghalangi dirinya untuk memperlihatkan buku induk Leter C.

“Sudah capek saya bolak balik ke kantor kelurahan tapi mereka (lurah dan kasipem) selalu menghindar untuk ditemui,” terangnya.

Ditambahkan dia, keinginannya untuk melihat Leter C itu dikarenakan tanah miliknya diakui orang lain. “Saya kaget begitu melihat tanah saya sudah dipasang plang nama pemilik lahan,” ujarnya.

Kuat dugaan antara penyerobot lahan saya dengan pejabat kelurahan itu ada ‘main mata’ sehingga tidak mau memperlihatkan Leter C nya.

“Yang saya sesalkan lurah mengeluarkan pernyataan bahwa di atas lahan saya sudah sertifikat, darimana dasar lurah bisa berbicara seperti itu,” keluhnya.

Dikeluhkan dia, bahwa Senin (13/09/2021), Widiyanto menjanjikan untuk bertemu, tapi setelah datang ke kantor kelurahan, Lurah tidak masuk.

“Dia (Lurah,red) yang minta  saya datang untuk bertemu hari ini, tapi dia malah tidak ada dengan alasan sakit,” paparnya.

Karena itu, Rojak dan tim kuasa hukumnya segera melaporkan kejadian ini ke aparat penegak hukum. “Saya dan tim kuasa sehabis ini akan pergi ke Polres untuk melaporkan,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Abadijaya ketika dikonfirmasi mengenai permasalahan ini sampai berita ini diturunkan tidak bisa dihubungi. Apik Yudha