Penuhi Panggilan Polisi, Nur Mahmudi Didampingi 3 Pengacara

Nur Mahmudi Ismail terlihat dikawal penyidik Polresta Depok usai menjalani pemeriksaan selama 15 jam

Margonda, suaradepok.com – Didampingi tiga orang kuasa hukumnya, mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi APBD Depok 2015 memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok, Kamis (13/9/2018) sekira pukul 08:30 WIB.

Lim Abdul Halim, salah seorang kuasa hukum Nur Mahmudi mengatakan bahwa kliennya siap menjalani pemeriksaan.

“Ada tiga orang pengacara nanti ya, kami masuk dulu. Alhamdulillah sehat,” ujar Lim.

Nur Mahmudi dipanggil sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Depok 2015 dalam proyek pelebaran Jalan Nangka.

Pemanggilan Nur Mahmudi ini merupakan pemanggilan kedua setelah pada pemanggilan pertama 6 September 2018 lalu ia tidak dapat hadir.

Dari pantauan wartawan, pemeriksaan terhadap Nur Mahmudi Ismail berlangsung hingga pukul 22:00 Wib, Kamis (13/9/2018) malam. Nur dicecar 64 pertanyaan seputar proyek Jalan Nangka.

Lim mengatakan bahwa kliennya tersebut secara fisik belum begitu sembuh dari sakitnya dan masih membutuhkan perawatan yang berlanjut.

Nur Mahmudi sakit karena jatuh dan kepalanya terbentur saat bermain voli di kompleks rumahnya di Griya Tugu Asri, Depok, pada 18 Agustus 2018.

Walau sudah diperiska selama 15 jam dan berstatus tersangka, namun Nur tidak ditahan oleh penyidik. Pasalnya Nur mengajukan permohonan penanggunan penahanan.

Selain itu, penyidik juga menilai Nur Mahmudi kooperatif dan siap untuk dipanggil kembali kapan saja.

“Ya Alhamdulillah permohonan penangguhan penahanan dikabulkan oleh penyidik,” kata Lim Abdul Halim.