Ijin Karaoke Disoal, Pemilik Kedai Aceh Fasofa Ancam Wartawan

Margonda, suaradepok.com – Pemberitaan terkait ijin karaoke di Kedai Aceh Fasofa berbuntut panjang.

Pasca pemberitaan diberbagai media online yang mempertanyakan ijin karaoke dan dua ruangan kamar yang ada di ruko tempat usahanya, Pemilik Kedai Aceh Fasofa, Sarifudin Zakaria dan keluarganya mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Senin (9/4/2018).

Sarifudin terlihat geram dengan adanya razia gabungan yang mendatangi tempat usahanya. Bahkan, Zakaria dan keluarganya menuding bahwa razia yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Garnisun dan Polisi itu adalah akal-akalan (settingan, red).

“Itu pasti settingan. Kok tiba-tiba datang ke tempat kami”, tuduh istri Sarifudin sembari menunjukkan print out copy lembaran pemberitaan wartawan di media online.

Baca Juga : Sediakan Tempat Karaoke, Kedai Aceh Fasofa Digeruduk Petugas Gabungan

Namun tuduhan itu langsung dibantah Kasie Tranmas Tibum Satpol PP Kota Depok, R. Agus Muhammad.

Agus mengatakan bahwa tim gabungan mendatangi ruko empat lantai yang digunakan kedai Aceh Fasofa karena mendapati informasi bahwa di tempat tersebut menyediakan ruangan khusus untuk karaoke yang disinyalir belum mengantongi ijin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Tak hanya itu. Sarifudin dan keluarganya juga mengancam wartawan yang memberitakan hasil temuan sidak petugas gabungan.

“Kau orang Batak ? Saya Aceh. Biar kau tau, bentar lagi hilang kau !”, ancam salah seorang keluarga pemilik Kedai Aceh kepada wartawan.

Bahkan Sarifudin juga menuding wartawan ingin mencari uang (memeras, red) dengan adanya pemberitaan itu.

“Wartawan kan hanya ingin cari uang dengan berita ini”, tuduh Sarifudin.

Baca Juga : Satpol PP Bidik Perijinan Kedai Aceh Fasofa

Akibat pelecehan dan ancaman itu, Pemimpin Redaksi Media Online suaradepok.com, Merlin Sinaga pun melaporkan hal tersebut ke Polresta Depok, Selasa (10/4/2018).

Ketua Paguyuban Wartawan Depok (PWD) yang akrab disapa Ferry itu mengaku bahwa pihak pemilik Kedai Aceh Fasofa yang berlokasi di Ruko Bank Mandiri Jatijajar, jalan Raya Bogor – Jakarta Km 36 No. 9 Simpang Sukamaju, Kecamatan Cilodong itu telah melakukan intimidasi dan upaya pengancaman dengan membawa-bawa nama Suku tertentu.

“Jika sudah bawa-bawa suku, saya takutnya jadi meluas. Karena orang Batak di depok ini jumlahnya ribuan. Jika mereka tersinggung dengan ucapan pemilik Kedai Aceh, maka dampaknya bisa dibayangkan seperti apa. Untuk itu aparat penegak hukum diminta segera menindaklanjuti laporan saya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”, pungkas Ferry.

Belum Kantongi Ijin

Berdasarkan informasi yang dihimpun suaradepok.com, diketahui bahwa Kedai Aceh Fasofa ternyata belum mengantongi ijin usaha untuk tempat karaoke dari Pemkot Depok.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Pengawasan dan Pengaduan DPMPTSP Kota Depok, Ahmad Oting, saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Senin (9/4/2018).

“Ijin karaoke di Kedai Aceh Fasofa belum ada”, ungkap Oting kepada wartawan.

Terpisah, Kepala Bidang Tranmas Tibum Pengawalan dan Pengamanan Satpol PP Kota Depok, Kusumo mengaku belum mengetahui bahwa di ruko tempat usaha Kedai Aceh Fasofa menyediakan tempat karaoke.

Kusumo mengaku tidak mendapatkan laporan terkait hal itu dari bawahannya.

“Lho, emang ditempat itu ada karaokenya juga ?”, tanya Kusumo heran.

Jika memang ada karaokenya, lanjut Kusumo, kami akan segera mengirimkan surat kepada pemilik tempat itu untuk mengklarifikasi perijinannya. (Tim)