BALAIKOTA, suaradepok.com – Wali Kota Depok, Mohammad Idris menegaskan, jangan ada ‘Superman’ dalam satu unit kerja.

“Tidak boleh ada yang menjadi “Superman” dalam satu unit kerja. Tapi sama-sama kita inginkan terwujudnya supertim. Pimpinan sebagai pengendali, pemimpin, manager, bapak, pengayom di unit kerja masing-masing,” ujar Idris saat melakukan rotasi dan mutasi jabatan 359 ASN di lingkungan kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Selasa (07/09/2021).

Selain itu, dirinya mengungkapkan, agar yang menjadi pucuk pimpinan satuan kerja tentunya harus bisa mengarahkan seluruh jajarannya untuk melaksanakan program kegiatan.

“Pendekatan persuasif, psikologis, sosiologis sangat perlu. Kalau bisa diusahakan, jangan ada istilah atasan bawahan. Mereka adalah sahabat-sahabat kita. Insya Allah dengan seperti ini akan terbentuk team work yang baik,” ungkapnya.

Idris berharap agar bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif, pupuk kerjasama yang baik antara pimpinan dan staf di lingkungan unit kerja agar tugas-tugas menjadi tanggung jawab bisa dicapai dengan hasil maksimal.

“Agar disadari bahwa tugas pelayanan bukanlah tugas yang mudah, apalagi kebutuhan dan kepentingan semakin meningkat dan beragam,” papar Idris.

Jabatan yang diberikan, lanjut Idris, harus disyukuri, dapat dijaga dan dimbangi dengan kejujuran, keikhlasan, serta prestasi dalam bekerja.

Untuk itu, dibutuhkan keseriusan, tanggung jawab moral, dan komitmen bersama untuk bisa bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan maksimal untuk Kota Depok.

“Harapannya, segenap ASN agar bisa meneguhkan niat dan tekad untuk menjadi teladan, baik dalam menjalankan tugas maupun sebagai anggota bermasyarakat”, pintanya.

Terakhir, Idris berpesan, satu dinas berhasil bukan hanya karena kepala dinasnya. Tingkat kota berhasil bukan hanya karena wali kotanya, tapi karena seluruh ASN yang sama-sama bekerja.

Seperti diketahui, ASN yang dirotasi dan mutasi itu terdiri dari 13 pejabat pimpinan tinggi pratama, 59 pejabat atministrator, 166 pejabat pengawas, 3 pejabat fungsional, 88 Kepala UPTD SDN dan 30 UPTD SMPN.