Polisi Layangkan Surat Panggilan Kedua untuk Nur Mahmudi dan Harry Prihanto

Polresta Depok
Polresta Depok

Margonda, suaradepok.com – Pasca ketidakhadiran mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto pada proses penyidikan kasus korupsi dana pelebaran Jalan Nangka, pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok akan segera melayangkan surat pemanggilan kedua.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Nur Mahmudi Ismail tidak dapat menghadiri panggilan pertama dari penyidik Polresta Depok lantaran sedang sakit, sementara Harry Prihanto sedang ada urusan yang sudah terjadwal sebelumnya.

Baca Juga : Mantan Walikota dan Sekda Depok Ditetapkan Sebagai Tersangka

Keduanya, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Cimanggis, Kecamatan Tapos, Depok tahun 2015 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 10 miliar lebih.

Menanggapi ketidakhadiran dari kedua tersangka itu, Kepala Polresta Depok, Komisaris Besar Polisi Didik Sugiharto mengatakan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat panggilan kedua untuk kedua tersangka.

Baca Juga : Mantan Sekda Depok Mangkir dari Panggilan Polisi, Ini Alasannya

Ahmar Ikhsan Rangkuti, pengacara Harry Prihanto (mantan Sekda Depok) saat dikonfirmasi wartawan

“Hari ini, rencananya kita kirimkan surat pemanggilan kedua,” ujar Didik saat ditemui wartawan di Mapolresta Depok, Sabtu (8/9/2018).

Menurut Didik, jadwal pemeriksaan terhadap kedua tersangka juga sudah ditentukan oleh penyidik Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok, yakni pada hari Rabu dan Kamis, 12 dan 13 September 2018 mendatang.

Baca Juga : Nur Mahmudi (Juga) Mangkir dari Panggilan Penyidik

Iim Abdul Halim, kuasa hukum mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat memberikan informasi kepada wartawan

“Kalau melihat dari penuturan kuasa hukum mereka yang telah datang kepada kami, tentunya kita percaya bahwa mereka (Tersangka, red) akan hadir pada panggilan kedua, pekan depan,” ujar Kapolres.