Ombudsman Ungkap Praktik Percaloan SIM di Satpas Pasar Segar Depok

Foto : Ilustrasi calo

Sukmajaya, suaradepok.com – Tim investigasi Ombudsman Republik Indonesia menemukan praktik percaloan dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di Kantor Satuan Penyelenggara Adminis‎trasi (Satpas) Polresta Depok yang berlokasi di Pasar Segar, Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya Kota Depok.

Dalam praktik percaloan tersebut, tim investigasi Ombudsman dibuat heran, lantaran petugas Satpas justru mengarahkan pemohon SIM melalui jasa calo.

Baca Juga : Satpas Pelayanan SIM Pasar Segar Depok “Sarang” Calo

Saat itu, tim Ombudsman RI mendatangi ruang pelayanan Satpas SIM di kawasan Pasar Segar, Jalan Tole Iskandar.

Tim bertemu dengan petugas yang berada di depan ruang pelayanan guna menanyakan persyaratan pembuatan SIM baru.

Namun, di dekat petugas itu datang calo yang menawarkan pembuatan SIM (Baru atau Perpanjangan, red).

Baca Juga : Ini Harga Resmi Pembuatan SIM VS Harga Calo di Pasar Segar Depok

Bukannya menindak, petugas malah mengarahkan tim (Ombudsman) kepada calo tersebut. Calo pun dengan santainya menawarkan jasa pembuatan SIM tanpa harus mengikuti tes sebagaimana mestinya.

Berikut Data Hasil Temuan Tim Investigasi Ombudsman RI :

– Pembuatan SIM Baru :

1). SIM A (Baru) : Rp 700.000,- (Pemohon cukup hanya berfoto saja tanpa tes),

2). SIM A (Baru) : Rp 650.000,- (Pemohon ikut tes kemampuan berkendaraan dan teori),

3). SIM C (Baru) : Rp 750.000 – Rp 850.000,00 (Pemohon cukup hanya berfoto saja tanpa tes).

4). SIM C (Baru) : Rp 600.000,- (Pemohon ikut tes kemampuan berkendaraan dan teori)

– Perpanjangan SIM :

1). SIM A : Rp 650.000,- (Pemohon ikut tes kemampuan berkendaraan dan teori),

2). SIM C : Rp 600.000,- (Pemohon ikut tes kemampuan berkendaraan dan teori)

 

Sterilisasi

Pimpinan Ombudsman RI, Adrianus Eliasta Meliala ‎menyatakan bahwa lembaga pengawas pelayanan publik yang dipimpinnya itu sudah memberikan saran guna perbaikan dalam pelayanan di Satpas.

Adrianus juga meminta agar Korps Bhayangkara itu segera meninjau ulang sistem pelayanan yang berpotensi maladministrasi, terutama penyelenggaraan uji SIM dan penentuan kelulusan pesertanya.

Baca Juga : Wow, di Depok Bikin SIM A Rp 800 ribu dan SIM C Rp 400 ribu

Ombudsman juga meminta petugas Polresta Depok melakukan sterilisasi pada area pelayanan dan kawasan luar Satpas SIM pasar Segar dengan melibatkan pengawas internal dan Propam Polri.

“Dalam melakukan pengawasan tersebut, pihak kepolisian juga bisa melibatkan lembaga eksternal, seperti Ombudsman dan Kompolnas”, ujar Adrianus.

Sayangnya, sampai berita ini dimuat, Kapolresta Depok Kombespol Didik Sugiarto dan Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo belum bisa dikonfirmasi terkait maraknya praktik percaloan di Satpas SIM Pasar Segar.

Padahal, praktik percaloan yang terjadi dinilai sudah sangat meresahkan. (fer)