Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny didampingi Kasi Tranmastibum R. Agus Muhammad (kiri)

Sukmajaya, suaradepok.com – Menanggapi banyaknya laporan masyarakat terkait bisnis esek-esek yang terjadi di Pasar Kambing, Jalan Juanda, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim 0508 Depok, Polres Metro Depok dan Brimob Kelapa Dua menggelar razia besar besaran, Sabtu (6/2/2021).

Dari pantauan di lapangan, kegiatan penertiban lokalisasi yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny itu mulai dilaksanakan sekira pukul 23.00 wib.

Setibanya dilokasi, Lienda langsung memerintahkan tim untuk mengecek puluhan rumah kontrakan yang berada di RT 02 RW 01 Kp. Bulak Cisalak Kelurahan Cisalak Kecamatan Sukmajaya Depok tersebut.

Benar saja. Dari hasil penelusuran petugas, didapati dua orang wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang melakukan aksi mesumnya bersama pria hidung belang.

Sementara dua germo dan 8 PSK lainnya diamankan saat sedang menunggu tamu langganannya datang.

Saat dilokasi, Lienda juga menyayangkan sebagian besar PSK bahkan beberapa warga di tempat itu tidak ada yang mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Hampir semua orang di tempat itu tidak ada yang mengenakan masker, kami pun sudah antisipasi itu dan langsung membagikan masker kepada warga di sekitar lokasi,” ujar Lienda.

Lienda juga mengatakan bahwa kegiatan prostitusi yang di lakukan di pasar Kambing Juanda Depok itu cukup unik dan sulit di deteksi.

Pasalnya para PSK melakukan transaksi melalui aplikasi jejaring sosial Michat, sedangkan untuk melakukan aksinya mereka menggunakan kontrakan yang berbaur dengan masyarakat.

“Jujur saja kami cukup kesulitan untuk mendeteksi antara masyarakat dan PSK karena mereka cukup rapi cara berbaurnya,” ujar Lienda.

Beroperasi 11 Tahun

Selain PSK, petugas gabungan juga mengamankan sejumlah minuman keras (miras) dari saah satu warung yang menjual sembako.

Dari warung tersebut, petugas mengamankan tiga kardus minuman keras berbagai jenis seperti Intisari, Anggur putih dan Anggur merah.

Beberapa warga mengaku senang dengan adanya kegiatan Razia tersebut. Pasalnya, warga mengaku resah karena sejak 11 tahun lalu, laporan mereka tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah.

Usai menggelar Razia, Lienda menegaskan bahwa kegiatan penertiban seperti itu akan rutin dilaksanakan.

Lienda memastikan, pihaknya akan terus memberangus praktek prostutusi dan maksiat yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan kegiatan razia ini kedepannya, terlebih di masa Pandemi Covid-19 saat ini,” tegas Linda mengakiri wawancara dengan awak media. (fer)