Nur Mahmudi (Juga) Mangkir dari Panggilan Penyidik

Iim Abdul Halim, kuasa hukum mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat memberikan informasi kepada wartawan

Margonda, suaradepok.com – Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Polresta Depok, Kamis (6/9/2018).

Padahal, hari ini merupakan jadwal pemeriksaannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pelebaran jalan Nangka yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 10 miliar lebih.

Baca Juga : Besok, Giliran Nur Mahmudi Diperiksa

Kuasa hukum Nur Mahmudi, Iim Abdul Halim mengatakan, kliennya tidak dapat menghadiri pemeriksaan penyidik lantaran saat ini sedang sakit.

Menurut pengacara, Nur Mahmudi sakit pasca terjatuh saat bermain voli pada Agustus 2018 lalu.

“Saya baru ketemu (Nur Mahmudi) kemarin. Kondisinya sedang sakit. Beliau memohon penundaan pemeriksaan,” kata Iim kepada wartawan.

Baca Juga : Mantan Walikota dan Sekda Depok Ditetapkan Sebagai Tersangka

Lebih jauh Iim mengungkapkan, leher Nur Mahmudi terlihat lebam pasca terjatuh saat bermain voli. Namun saat ini lebam tersebut sudah mulai mengempis. Tinggal bekas luka di bagian pelipis mata saja.

“Kalau daya ingat sih masih bagus. Masih bisa komunikasi. Kemungkinan baru pekan depan Nur Mahmudi bisa memenuhi panggilan pemeriksaan, setelah tanggal 10 September,” ungkap pengacara.

Baca Juga : Mantan Sekda Depok Mangkir dari Panggilan Polisi, Ini Alasannya

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan Nur Mahmudi sebagai tersangka dalam kasus proyek pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok, Jawa Barat pada 2015 lalu.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah polisi melaksanakan gelar perkara dalam kasus tersebut pada Senin (20/8/2018).

Selain Nur, polisi juga menetapkan mantan Sekda Kota Depok, Harry Prihanto sebagai tersangka dalam kasus yang sama. (fer)